Sebanyak 98,62 Persen Penduduk Indonesia Terdaftar Menjadi Peserta JKN

  • 02 Jul 2026 17:44 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan laporan kinerja BPJS Kesehatan tahun 2025, pada acara Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 bertema “JKN Kuat, Rakyat Sehat, Ekonomi Melesat”, Kamis 2 Juli 2026.

Acara yang mengundang media massa nasional dan daerah tersebut diikuti secara virtual dari berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kota Gunungsitoli, bertempat di kantor BPJS Kesehatan Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Gunungsitoli.

Dikemukakannya tema “JKN Kuat, Rakyat Sehat, Ekonomi Melesat” mencerminkan bahwa program JKN akan membawa dampak terhadap pembangunan SDM dalam hal ini bidang kesehatan yang pada gilirannya akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi, karena menurutnya rakyat yang sehat mestinya akan produktif dan mampu melakukan kegiatan ekonomi.

Pada kesempatan Public Expose tersebut, Dirut BPJS Kesehatan menyebutkan sebanyak 98,62 persen penduduk Indonesia telah terdaftar menjadi peserta JKN dan Universal Health Coverage per 31 Desember 2025 meliputi 30 provinsi dan 407 kabupaten/kota.

“Banyak masyarakat yang bergantung pada JKN untuk berobat, apalagi jika penyakitnya berbiaya mahal atau butuh pengobatan panjang,” katanya.

Jurnalis dari RRI Gunungsitoli dan Jelajah Satu Bersama Kepala BPJS Kesehatan Gunungsitoli Tibang Pamekas Jati dan Jajaran Mengikuti Secara Virtual acara Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025di kantor BPJS Kesehatan Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Gunungsitoli, Kamis 2 Juli 2026

Lebih jauh diungkapkannya, beban jaminan kesehatan naik 15,2 triliun. Peningkatan beban jaminan kesehatan ini memperlihatkan skala perlindungan kesehatan makin mudah diakses rakyat. Disisi lain kondisi ini juga berdampak sustainabilitas JKN.

Penyakit Katastropik atau berbiaya tinggi antara lain jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke, menyerap 26,28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan pada tahun 2025, padahal penyakit-penyakit tersebut bisa dicegah dengan gaya hidup sehat.

Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat dengan narasumber Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, S.E.,M.E., dan Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....