Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi di Kota Gunungsitoli, termasuk Durian
- 04 Agt 2026 15:49 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Kepala BPS Kota Gunungsitoli, Elijoi Naibaho mengatakan berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Gunungsitoli, pada Juli terjadi inflasi y-on-y sebesar 6,36 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,42 pada Juli 2025 menjadi 116,38 pada Juli 2026. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,58 persen dan tingkat deflasi y-to-d sebesar 2,40 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juli 2026, antara lain: emas perhiasan; ikan tongkol/ikan ambu-ambu; cabai merah; cabai rawit; beras; minyak goreng; ikan dencis; ketupat/lontong sayur; sewa rumah; tahu mentah; ikan kakap putih; mie; tomat; kue basah; kontrak rumah; sigaret kretek mesin (SKM); semangka; nasi dengan lauk; tukang bukan mandor; kelapa; dan lainnya.
“Lima komoditas penyumbang inflasi yakni emas perhiasan dengan andil inflasi 0,72 persen, ikan tongkol/ikan ambu-ambu dengan andil inflasi 0,63 persen, cabai merah dengan andil 0,45 persen, cabai rawit 0,36 persen dan beras 0,24 persen. Kemudian lima komoditas penyumbang deflasi secara year on year yang pertama bawang merah dengan andil terbesar 0,17 persen, durian dengan andil 0,01 persen, parfum dengan andil 0,04 persen, sabun cair/cuci piring dengan andil 0,03 persen dan yang terakhir diapers dengan andil 0,03 persen,” ucap Elijoi seperti dikutip dari siaran pers Rilis BRS Senin 3 Agustus 2026.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/ sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: bawang merah; durian; parfum; sabun cair/cuci piring; popok bayi sekali pakai/diapers; ikan merah; pakaian bayi; kentang; telur ayam ras; ketimun; ikan kakap merah; bahan renda/brukat; celana panjang jeans wanita; alpukat; kaos kaki anak; celana dalam wanita; minuman kesegaran; baju muslim wanita; aksesoris hp; ikan teri; dan lainnya.
Tingkat inflasi y-on-y tertinggi di provinsi Sumatera Utara terjadi di Kota Gunungsitoli dan terendah terjadi di kabupaten Karo sebesar 3,83 persen dengan IHK sebesar 113,17
Page break
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....