ULD Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli Perkuat Kapasitas Demi Disabilitas

  • 27 Jun 2026 14:02 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Upaya mewujudkan ketenagakerjaan yang inklusif bagi penyandang disabilitas terus diperkuat melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli yang berlangsung di Gedung Dekranasda Kota Gunungsitoli, Jumat 26 Juni 2026.

Kegiatan ini difasilitasi oleh CDRM & CDS Nias dalam kerangka Program Dignity (Disability Inclusion Through Strengthening Local to National Policy and Capacity) yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI). Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya penyandang disabilitas psikososial.

Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari unsur Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, tim ULD Ketenagakerjaan, CDRM & CDS Nias, serta narasumber mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas ULD dalam memberikan layanan ketenagakerjaan yang inklusif dan berbasis hak.

Hadir sebagai narasumber, Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D., C.PS., C.MTr, Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Nias, menyampaikan bahwa paradigma pelayanan terhadap penyandang disabilitas harus berubah dari pendekatan belas kasihan menuju pendekatan berbasis hak dan potensi.

"Setiap penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang dapat dikembangkan. Yang sering menjadi hambatan bukanlah kondisi disabilitas itu sendiri, melainkan lingkungan yang belum sepenuhnya inklusif dan aksesibel. Oleh karena itu, penting bagi ULD untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan kesempatan kerja yang setara bagi semua," ucapnyanya.

Dalam pemaparannya, Justin membahas empat tema utama, yakni paradigma disabilitas berbasis hak dan potensi, etika serta komunikasi ramah disabilitas, implementasi kebijakan ketenagakerjaan inklusif, dan asesmen vokasional bagi pencari kerja disabilitas. Peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan simulasi asesmen serta praktik pengisian profil pencari kerja disabilitas sebagai bekal dalam memberikan layanan yang lebih profesional.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi kelompok, studi kasus, simulasi layanan, dan refleksi pengalaman lapangan. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa penyandang disabilitas bukan objek bantuan sosial, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak, martabat, dan peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam dunia kerja.

Program DIGNITY sendiri mendorong penguatan sistem layanan yang mampu menghubungkan penyandang disabilitas dengan Balai Latihan Kerja (BLK), dunia usaha, dan berbagai peluang kerja yang tersedia. Selain itu, ULD juga diharapkan mampu mengadvokasi pemenuhan kuota pekerja disabilitas sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ULD Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli semakin siap menjalankan perannya sebagai pusat layanan yang mampu melakukan asesmen keterampilan dan minat kerja, memberikan pendampingan, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.

Penguatan kapasitas ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil dan setara, di mana setiap individu, tanpa memandang kondisi disabilitasnya, memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja, berkembang, dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....