Bahasa Roh Alirkan Kuasa Allah, Memberikan Kuasa Supranatural

  • 21 Jun 2026 11:05 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Praying Beyond Limit atau Doa Melampaui Batasan menjadi tema khotbah di Ibadah Raya Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu 21 Juni 2026.

Ev. Nani Lahagu mengemukakan ada dua mode dalam berdoa,

1. Doa dengan akal budi

Banyak orang Kristen yang berdoa hanya dalam akal budi. Doa yang tertata rapi, seakan-akan penuh power, namun tidak ada roh di dalamnya.

2. Doa dengan Roh

Doa yang dipimpin dengan Roh Kudus akan menyampaikan isi hati dan keluhan yang tidak terucapkan. Di dalam doa seperti inilah bahasa roh keluar.

Ev. Nani mengatakan kedua mode ini saling melengkapi, ketika roh kita dan roh kudus bekerja bersama-sama maka kehidupan doa kita akan sempurna.

"Doa dalam roh memberi tenaga, kedalaman dan kuasa supranatural. Salah satu bentuk berdoa dalam roh adalah berbahasa roh," katanya.

Lebih jauh dikemukakannya Bahasa roh adalah bahasa yang diberikan roh kudus kepada orang percaya sebagai tanda babtisan roh kudus dan sebagai sarana untuk berdoa kepada Allah. Bahasa roh adalah salah satu tanda kepenuhan roh kudus.

Disebutkannya bahasa roh adalah milik semua orang, bahasa roh sebagai tanda babtisan Roh Kudus untuk orang percaya. Mengapa banyak yang tidak bisa bahasa roh? Menurutnya karena tidak pernah diajarkan atau takut disesatkan sehingga menutup diri untuk bahasa roh.

Bahasa Roh menguatkan kita tegasnya. Bahasa roh membangun diri sendiri. Bahasa roh seperti power bank bahkan seperti private genset buat hidup kita.

"Banyak-banyak berbahasa roh karena bahasa roh mengalirkan kuasa Allah. Karena bahasa roh adalah kode rahasia sorga," ucap Ev. Nani.

Ia mengatakan agar doa kita tidak dihalangi oleh iblis maka berdoalah dalam bahasa roh. Bahasa roh membuat kita bisa memenangkan pertempuran rohani setiap hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....