Makna Haji dan Berqurban di Momen Idul Adha
- 27 Mei 2026 09:44 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Ratusan umat muslim kota Gunungsitoli dan sekitarnya melaksanakan ibadah shalat Idul Adha 1447 H/2026 M di Lapangan Alun-alun Gunungsitoli, Rabu 27 Mei 2026.
Bertindak sebagai khatib dan Imam shalat Ied yakni Ustadz Khairul Arif Giawa LC M.A. Ia menyampaikan bahwa Idul Adha identik dengan sebutan Idul Haj atau Hari Raya Haji. Disebut Idul Haj karena pelaksanaannya bertepatan dengan puncak ibadah haji di tanah suci di Mekah Arab Saudi dimana jemaah sedang melakukan wukuf di Padang Arafah.
"Umat Islam menggunakan istilah ini perayaan Idul Adha jatuh bersamaan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji oleh kaum muslimin di tanah suci. Selain itu pada tanggal 10 Dzulhijjah ini jemaah haji melanjutkan proses ibadah di Mudzdalifah dan Mina sementara umat Islam di dunia melaksanakan shalat Idul Adha dan menyembelih hewan qurban, " ujar Ustadz Khairul.
Ia melanjutkan, hari raya qurban berasal dari kata bahasa Arab yakni Adha atau Udhiyah yang berarti qurban. Istilah ini merujuk pada aktivitas penyembelihan hewan qurban untuk meneladani kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
"Sejarah penyembelihan hewan qurban ini didalam Islam berasal dari kisah Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail. Saat itu Allah menguji keimanan Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih putranya Nabi Ismail. Sebagai seorang putra Nabi Ismail pun mendorong ayahnya untuk menaati perintah Allah," ucap Ustadz.
Melihat kesetiaan dan ketakwaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, maka Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan qibas ketika proses penyembelihan.
"Menyembelih hewan kurban menjadi simbol nyata atas rasa syukur terhadap limpahan rezeki yang diberikan Allah. Melalui pembagian daging kurban kepada fakir miskin dan masyarakat luas, ibadah ini membangun solidaritas sosial, mengasah empati, serta mempererat tali persaudaraan antar sesama manusia," ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....