Program Hibah Kemendiktisaintek 2026 Hadir di Nias, Perkuat Kompetensi Guru

  • 19 Jun 2026 09:05 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Kabupaten Nias - Komitmen mewujudkan pendidikan yang ramah bagi semua anak terus diperkuat melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di SD Negeri 078524 Bobozioli Loloana’a ini menghadirkan para dosen Universitas Nias untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para guru sekolah dasar.

Program yang mengangkat tema “Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Inklusif melalui Penguatan Literasi Sosial dan Nilai-Nilai Pancasila” ini menjadi salah satu upaya nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Ketua Tim PKM, Eka Periaman Zai, S.H., M.Pd, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan sarana pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan dampak bagi peningkatan kualitas sekolah dasar yang kita cintai. Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat menjadi bekal bagi guru dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik bagi seluruh peserta didik,” ucapnya, Kamis 18 Juni 2026.

Pada kegiatan tersebut Kepala SD Negeri 078524 Bobozioli Loloana’a, Feberlina Hura, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan program yang didukung Kemendiktisaintek tersebut.

“Kami merasa terhormat karena sekolah kami menjadi bagian dari program ini. Terima kasih kepada dosen-dosen Universitas Nias yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada sekolah kami. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menambah wawasan dan kapasitas guru,” ucapnya.

Pada sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep sekolah ramah anak dari Dr. Anugerah Tatema Harefa, S.H., M.A. Menurutnya, sekolah yang berkualitas bukan hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membangun budaya sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak. Budaya sekolah yang positif akan membantu peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, menghargai sesama, dan mampu hidup dalam keberagaman,” katanya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D, yang membahas tentang pendidikan inklusif dan literasi sosial. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda sehingga sekolah harus mampu memberikan ruang bagi semua peserta didik untuk berkembang.

“Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman. Guru yang hebat adalah guru yang adaptif, yang mampu memastikan keterlibatan, penyajian pembelajaran yang sesuai, serta kesempatan berekspresi bagi setiap anak,” ungkapnya di hadapan peserta.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh peserta untuk memberikan masukan terhadap modul yang sedang disusun sebagai salah satu luaran program. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai gagasan dan pengalaman yang dibagikan oleh para guru terkait penerapan sekolah ramah anak dan pendidikan inklusif di lingkungan sekolah masing-masing.

Suasana yang interaktif dan partisipatif menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap tema yang diangkat. Berbagai tantangan yang dihadapi guru di lapangan menjadi bahan refleksi sekaligus dasar dalam penyempurnaan modul yang diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi sekolah.

Melalui dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek Tahun 2026, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata dalam praktik pendidikan di sekolah. Sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak, inklusif, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila demi terciptanya pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

Baca Juga: https://rri.co.id/gunung-sitoli/regional/2503851/universitas-nias-perkuat-peran-melalui-program-hibah-kemendiktisaintek-2026?nocache=true

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....