Kenaikan Pertamax di Keluhkan Masyarakat

  • 11 Jun 2026 12:56 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 menuai keluhan dari masyarakat di Kota Gunungsitoli. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kenaikan harga tersebut dinilai semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga.

Sejumlah pengguna Pertamax mengaku harus mengalokasikan anggaran lebih besar untuk kebutuhan transportasi sehari-hari. Kondisi itu diperparah dengan meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok yang membuat daya beli masyarakat semakin tertekan.

Salah seorang pengguna Pertamax, Idaman Laoli, mengatakan kenaikan harga BBM sangat dirasakan karena kendaraan bermotor menjadi sarana utama untuk bekerja dan beraktivitas.

"Kenaikan harga Pertamax cukup terasa bagi kami yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja. Pengeluaran untuk membeli BBM jadi bertambah, sementara pendapatan masih tetap. Ditambah lagi harga kebutuhan pokok sekarang juga semakin mahal," ujarnya kepada rri.co.id Kamis 11 Juni 2026.

Keluhan serupa disampaikan Laras Mendröfa yang berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan untuk menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya biaya hidup masyarakat.

Masyarakat berharap kenaikan harga BBM tidak memicu lonjakan harga barang dan jasa yang semakin membebani perekonomian keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....