Kelancaran dan Bunyi Huruf Menjadi Fokus Pelatihan Fasilitator Daerah Hari Ke-4

  • 05 Jun 2026 17:00 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Utara - Memasuki hari keempat pelaksanaan Pelatihan Fasilitator Daerah (Fasda) Program Kreasi di TC Osseda, Lotu, para peserta semakin diperdalam kemampuannya dalam menguasai strategi pembelajaran literasi yang akan diterapkan dan disebarluaskan kepada guru-guru di sekolah sasaran.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) ini berfokus pada penguatan kompetensi peserta dalam mengembangkan keterampilan membaca peserta didik melalui empat sesi utama, yaitu Kelancaran dan Bunyi Huruf – Simulasi, Pemahaman – Teori dan Pemodelan, Pemahaman – Simulasi, serta Persiapan Simulasi. Melalui rangkaian sesi tersebut, para fasilitator daerah dibekali berbagai pendekatan dan teknik pembelajaran yang dapat membantu guru meningkatkan kemampuan literasi murid secara bertahap dan berkelanjutan.

Pada sesi Kelancaran dan Bunyi Huruf, peserta melakukan simulasi pembelajaran yang menitikberatkan pada kemampuan mengenali hubungan antara huruf dan bunyi serta membangun kelancaran membaca. Sementara itu, pada sesi Pemahaman, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melihat pemodelan langsung dan melakukan simulasi praktik untuk memperkuat kemampuan memahami isi bacaan.

Pelatih Utama Daerah (PUD) Literasi Program Kreasi, Justin Foera-era Lase, S.Tr.Sos., Sp.P.S.P.D., menjelaskan bahwa materi hari keempat menjadi salah satu bagian penting dalam keseluruhan pelatihan karena berorientasi pada praktik pembelajaran yang akan diterapkan di sekolah.

"Di hari keempat ini, kami melatih para fasilitator daerah untuk menguasai berbagai strategi pembelajaran literasi. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga bagaimana mempraktikkan dan memodelkan pembelajaran kepada guru-guru nantinya. Harapannya, para fasilitator mampu menjadi pendamping yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran literasi di sekolah," ucap Justin, Jum’at 5 Juni 2026.

Menurutnya, kemampuan guru dalam mengajarkan literasi tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan memilih strategi yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan murid.

Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Para peserta terlibat dalam berbagai diskusi, simulasi, praktik kelompok, serta refleksi bersama yang dirancang untuk memperkuat pemahaman sekaligus keterampilan fasilitasi.

Salah seorang peserta, Sri Aprilina Zendrato, S.Pd., guru SD Negeri 075085 Iraonolase, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.

"Saya sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini. Banyak hal baru yang kami pelajari untuk meningkatkan pembelajaran literasi di sekolah. Para fasilitator sangat kreatif dan partisipatif sehingga setiap sesi menjadi menarik, mudah dipahami, dan membuat peserta aktif terlibat dalam proses pembelajaran," ungkapnya.

Pelatihan Fasilitator Daerah Program KREASI merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas guru dan penguatan literasi di Kabupaten Nias Utara. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para fasilitator daerah diharapkan mampu mendampingi guru-guru di gugus masing-masing dalam menerapkan strategi pembelajaran literasi yang efektif dan berdampak pada peningkatan kemampuan membaca peserta didik.

Melalui pelatihan yang berjenjang dan berbasis praktik ini, Program Kreasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara terus berupaya membangun budaya literasi yang kuat sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....