Anak Baru Lahir Segera Urus NIK agar Tercover Program JKN
- 18 Mar 2026 19:34 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Dari 900 ribu kurang lebih jumlah penduduk di kepulauan Nias, 99 persen telah tercover program JKN sisanya ternyata lumayan didominasi oleh anak-anak yang baru lahir.
Kepala BPJS Kesehatam Cabang Gunungsitoli, Timbang Pamekas Jati mengatakan setelah pihaknya melakukan penelusuran ternyata sisa 1 persen yang belum tercover BPJS Kesehatan disumbang oleh bayi-bayi yang belum masuk ke dalam Kartu Keluarga atau belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Timbang mengatakan mungkin karena alasan adat atau tradisi, anak-anak baru diberi nama setelah berusia beberapa bulan hingga 1 tahun, padahal setelah 3 bulan, bayi-bayi ini secara otomatis tidak lagi ditanggung dalam BPJS jika tidak segera dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga.
“Yah memang diawal lahir di rumah sakit atau di bidan itu memang bisa mendapatkan kepesertaan, tetapi setelah 3 bulan sesuai ketentuan, akan dinonaktifkan kecuali jika NIK nya sudah ada. Nah NIK ini yang sering jadi masalah, karena saya dengar informasi biasanya nunggu setahun punya nama dan baru dimasukkan ke Kartu Keluarga,” kata Timbang, Rabu 18 Maret 2026.
Untuk itu Timbang mengimbau kepada orangtua yang baru memiliki bayi agar segera memasukkan nama anak ke dalam Kartu Keluarga sehingga memiliki NIK agar sewaktu-waktu anak sakit dan harus diobati atau bahkan di rawat di puskesmas atau rumah sakit, orangtua tidak terbebani dengan biaya karena sudah terlindungi oleh program JKN.
“Mungkin jangan ditunggu sampai dilaksanakan acara dulu baru diurus dokumen kependudukan anak, sebaiknya segera terbitkan dulu NIK, tentukan nama, nanti belakangan acara, supaya anak kita tetap tercover program JKN,” katanya.
Selain itu ia juga mengimbau peserta BPJS Kesehatan agar selalu membayar iurannya tepat waktu sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan peserta bisa mengakses layanan kesehatan.
Page break
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....