Ternak Masuk Sesuai Aturan Justru Murah dan Aman
- 23 Jan 2026 14:52 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Berdasarkan informasi dari masyarakat, kepulauan Nias dapat diselamatkan dari masuknya ternak babi ilegal yang berpotensi membawa penyakit.
Kapten Marbun, DAN Unit Lanal Nias saat menjadi narasumber Dialog Isu Aktual di Pro 1 RRI Gunungsitoli Jum’at 23 Januari 2026 mengatakan berkat informasi tersebut, sebanyak 227 ekor ternak babi tanpa dokumen berhasil diamankan pada tanggal 15 Januari 2026 dan dimusnahkan pada tanggal 19 Januari 2026 di kompleks Lanal Nias.
Diungkapkannya hal ini bukanlah sesuatu yang baru, praktek seperti ini tampaknya sudah terjadi berulang kali dan mendorong masyarakat melaporkannya. Pemilik Kapal adalah berasal dari kepulauan Nias.
"Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, ini tentu kejadian yang sering berulang dan menimbulkan keresahan hingga dilaporkan kepada kami," ucapnya.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kota Gunungsitoli Darmawan Zagoto mengingatkan kepada para pemasok agar taat aturan. Jalur legal menurutnya murah sedangkan yang ilegal membawa kerugian bagi oknum yang terlibat didalamnya.
"Justru yang ilegal itu jatuhnya lebih mahal, beda kalau kita mengurusnya secara legal. Tidak mahal kok, masalahnya pengusaha ini kadang tidak mau repot, tidak mau ribet, malah menggunakan pihak ketiga. Pelaku pemasok ternak secara ilegal ini sedang diselidiki yang jelas proses hukum akan berlaku, rugi pastinya," kata Darmawan.
Darmawan mengungkapkan pemerintah kota Gunungsitoli per tanggal 1 September 2025 yang lalu sudah menutup sementara pemasukan hewan ternak dari luar untuk mengantisipasi kemungkinan menyebarnya penyakit ASF. Mengingat sentra-sentra pemasok ternak babi dari luar Nias seperti Lampung, Kalimantan diduga masih terjangkit ASF.
"Kita masih tutup hingga hari ini, semata-mata untuk menjaga mata pencarian masyarakat kita, jangan sampai ASF merebak lagi. Jadi mohon kepada para pemasok untuk bersabar sampai kran ini kita buka kembali," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....