Data Asal Hewan Qurban Sangat Krusial Mempermudah Pemeriksaan Kesehatan

  • 06 Mei 2026 15:37 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli menghimbau panitia qurban masjid segera mendata asal hewan qurban jelang Idul Adha 2026. Data ini krusial untuk mempermudah pemeriksaan kesehatan hewan seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan/SKKH guna memastikan hewan layak dan aman di konsumsi.

“Kami menghimbau kepada masyarakat terutama panitia qurban di masjid-masjid untuk segera mempersiapkan data dan informasi darimana asal hewan qurban sebab dipastikan bahwa aturan terhadap lalu lintas ternak wajib di lakukan. Dan bulan lalu kita sudah melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid dan melalui RRI kami menghimbau lagi untuk lebih proaktif. Jangan nanti menjelang Hari H ada penolakan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli Darmawan Zagoto, Rabu 6 Mei 2026.

Ia memastikan, panitia qurban harus melakukan koordinasi dnegan dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli mengenai pengecekan hewan yang akan disembelih ini. Panitia harus memastikan dari mana hewan qurban berasal untuk mempermudah pelacakan kesehatan. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk menjamin hewan bebas penyakit. Langkah ini diambil untuk memastikan daging yang didistribusikan kepada masyarakat aman dan layak konsumsi.

“Pada saat kegiatan sosialisasi kepada pengurus masjid yang akan menyelenggarakan kegiatan pemotongan hewan qurban di lokasi masjid, pihaknya meminta data darimana asal hewan ternak tersebut terus kita meminta berapa jumlahnya dalam hal ini kita meminta jauh hari sebelum hari H bisa kita finalkan terkait dengan dokumen masukan sebab tahapannya adalah asal hewan itu ada SKKH nya, asa uji laboratorium nya, ada sertifikat veterinernya, ada sertifikat karantina dan ada juga rekomendasi tempat pemasokannya yang dikelola oleh Pejabat Otoriter Veteriner Jota Gunungsitoli. Jadi itu sudah kita paparkan semuanya dan berharap mereka semakin pro aktif,” ucap Darmawan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli secara konsisten mendorong penguatan Kesehatan Masyarakat Veteriner sebagai garda terdepan keamanan pangan asal hewan.

“Menyambut Idul Adha sebagai hari yang suci dari sisi keagamaan kepada umat Islam bahwa kami mendorong untuk selalu mengedepankan kesehatan masyarakat Veteriner karena hal itu sangat penting sebab proses penularan penyakit itu bisa bersifat zoonosis artinya berdampak pada yang mengkonsumsi juga bisa bersifat non zoonosis tetapi lebih baik mencegah daripada itu terjadi " Ujarnya.

" Kedua, proses pemasukan hewan qurban sangat banyak tahun ini, itu dilandasi dengan populasi ternak sapi dan kerbau yang terus menurun di kota Gunungsitoli. Oleh karena itu kami mendorong masyarakat untuk memelihara ternak, bahwa kita punya dukungan dari fasilitas yang ada, lokasinya layak untuk beternak sehingga kami berharap bahwa masyarakat mau meningkatkan populasi ternak terutama untuk sapi dan kerbau,” tutup Darmawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....