Sidang Isbath Awal Ramadhan Digelar Hari Ini

  • 17 Feb 2026 17:12 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kementerian Agama menggelar Sidang Isbath Awal Ramadhan 1447 Hijriyah/ 2026 Miladiah pada Selasa 17 Februari 2026. Sidang Isbath awal Ramadhan 1447 Hijriyah akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengundang sejumlah ormas, perwakilan negara-negara Islam dan berbagai lembaga negara.

"Hal itu sesuai dengan informasi yang direlease oleh bimasislam.kemenag.go.id. Agenda Sidang Isbath penetapan 1 Ramadhan 1447 H dilaksanakan hari ini, " ujar Dr. H. Arnan Lubis M. Sos Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias, Selasa 17 Februari 2026.

Adapun agenda Sidang Isbath tersebut bertempat di Hotel Borobudur Jakarta Pusat dimulai dengan Seminar Posisi Hilal pukul 16.30 WIB, dilanjutkan pelaksanaan Sidang Isbath pukul 18.30 WIB dan pukul 19.00 WIB adalah konferensi pers penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah.

Kakan Kemenag Kabupaten Nias menghimbau ummat saling menghormati jika 1 Ramadhan tidak serentak. Jikapun ada perbedaan dalam permulaan 1 Ramadhan 1447 H, merupakan hal yang lumrah dalam khazanah keislaman karena didasari oleh metode yang berbeda, dalam hal ini terdapat perbedaan mendasar antara metode hisab dan rukyat dalam penentuan kalender Hijriah.

“Kalau terkait dengan penetapan metode itu, sah-sah saja karena itu memang sudah ada dasarnya hukumnya masing-masing. Bagi kita Kementerian Agama masih tetap menunggu putusan hisab terkait dengan kapan ditetapkannya 1 Ramadhan ini, kita harus menunggu isbath putusan Menteri Agama terkait dengan peentapan 1 Ramadhan. Nah terkait dengan perbedaan manatahu misalnya Pemerintah menetapkan awal W

Ramadhan itu tanggal 19 Februari 2026 mendatang dan sudah ada warga masyarakat muslim yang sudah melaksanakan ibadah puasa pada tanggal 18 Februari 2026, tentu juga tidak bisa kita katakan ada kesalahan dalam hal itu. Tapi kita sama-sama menghargai pandangan masing-masing terkait dengan perbedaan itu, karena itu adalah rahmat dan merupakan pengayaan pemahaman kita bersama, " ucapnya.

Ia kembali menghimbau agar umat Islam bersama-sama menghargai adanya perbedaan penentuan awal Ramadan. Ia mengajak semua pihak untuk tetap menjaga spirit persaudaraan, menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan).

"Jika memang hal tidak bisa dihindarkan, di tengah perbedaan (nanti) agar masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan)," tutup Arnan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....