Mengamati Hilal Sebagai Sistem Penanggalan Hijriah
- 23 Feb 2026 17:50 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang muncul setelah fase konjungsi (ijtimak) dan diamati di ufuk barat setelah matahari terbenam, menandai dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah. Secara etimologi, hilal berasal dari bahasa Arab halla yang berarti "menampakkan diri" atau "terbit"
Secara astronomi, hilal adalah fenomena fisik saat bulan berada pada posisi tertentu di orbitnya, sehingga sebagian kecil permukaan yang tersinari matahari mulai terlihat dari bumi, umumnya 12-24 jam setelah konjungsi.
Secara syariat, hilal digunakan sebagai penanda waktu berdasarkan perintah agama (khususnya Surat Yunus ayat 5) untuk menentukan awal Ramadan, Idulfitri dan Dzulhijjah. Praktik ini didasarkan pada hadis Nabi untuk berpuasa/berbuka saat melihat hilal.
Pengamatan, tradisi ini dilakukan pada tanggal 29 Sya'ban atau Ramadan. Jika bulan sabit terlihat, malam itu masuk tanggal 1 bulan baru. Jika tidak terlihat, bulan digenapkan (istimal) menjadi 30 hari.
Perkembangan metode, awalnya dilakukan dengan mata telanjang, kini pengamatan dibantu teleskop dan teknologi modern untuk akurasi lebih tinggi.
Di Indonesia, pengamatan hilal dilakukan oleh Kementerian Agama bersama lembaga terkait (BMKG, Planetarium) untuk menetapkan awal bulan Hijriah.
Secara astronomis, hilal muncul ketika bulan berada pada posisi tertentu dalam orbitnya mengelilingi bumi, sehingga sebagian kecil permukaannya yang tersinari matahari mulai dapat terlihat dari bumi. Penampakan ini umumnya terjadi satu hingga dua hari setelah terjadinya fase konjungsi atau bulan baru secara astronomis, bergantung pada faktor-faktor seperti elongasi, ketinggian Bulan, dan kondisi atmosfer.
Bentuk hilal yaitu seperti bulan sabit yang sangat tipis karena usianya masih sangat muda, yaitu sekitar 12 jam setelah fase bulan baru.
Fase bulan atau perubahan bentuk bulan ini terjadi karena bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, melainkan berasal dari pantulan cahaya matahari. Dengan begitu, bulan jadi punya dua sisi, yaitu sisi siang dan sisi malam. Selain itu, fase bulan juga terjadi akibat pergerakan bulan yang bergerak mengelilingi bumi. Selama mengelilingi bumi, posisi bulan akan berpindah-pindah di langit.
sistem penanggalan Hijriah memanfaatkan pergerakan bulan ini. Oleh karena itu, dilakukan pengamatan hilal setiap menuju bulan Ramadhan, untuk menentukan kapan kita mulai berpuasa dan setiap menuju bulan Syawal, untuk menentukan kapan Hari Raya Idul Fitri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....