Menjaga Buah Lokal Tetap Eksis, Salah Satunya lewat Rambai
- 11 Agt 2026 13:41 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID,Gunungsitoli- Dikutip dari Wikipedia Rambai (Baccaurea motleyana) atau dikenal sebagai mafai-farang (di Thailand) adalah sejenis buah-buahan dan tumbuhan penghasilnya yang tumbuh liar atau setengah liar di kebun-kebun Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia (terutama Sumatra dan Kalimantan). Rambai masih berkerabat dekat dengan menteng/kepundung, bahkan sering tertukarkan.
Indonesia memiliki beragam buah lokal yang tumbuh di berbagai daerah. Salah satunya adalah rambai, buah tropis yang memiliki cita rasa manis dan asam serta cukup dikenal di sejumlah wilayah.
| Baca juga: Manfaat Sayur Oyong jika Rutin Dikonsumsi |
Buah rambai biasanya tumbuh dalam bentuk tandan pada batang atau cabang pohonnya. Buahnya berukuran kecil dengan kulit berwarna kuning hingga kecokelatan ketika matang. Daging buahnya berwarna putih dan memiliki rasa yang khas.
Keberadaan buah rambai menjadi bagian dari kekayaan pangan lokal yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda. Di tengah banyaknya buah impor yang mudah ditemukan di pasaran, buah-buahan lokal seperti rambai perlu mendapat perhatian agar tidak semakin jarang dikenal.
| Baca juga: Resep Hidangan Rendang Jengkol |
Rambai juga dapat diolah menjadi berbagai sajian, mulai dari dimakan langsung, dijadikan campuran makanan, hingga diolah menjadi produk pangan lainnya. Pengolahan tersebut dapat menjadi salah satu cara meningkatkan nilai ekonomi buah rambai.
Upaya melestarikan buah lokal tidak hanya dilakukan dengan menjaga keberadaan tanamannya, tetapi juga dengan mengenalkan manfaat dan potensi pengolahannya kepada masyarakat. Petani dan pelaku usaha lokal dapat didorong untuk mengembangkan rambai sebagai salah satu produk unggulan daerah.
Dengan mengenal, mengonsumsi, dan mengembangkan buah lokal, masyarakat turut membantu menjaga keberagaman pangan Indonesia. Rambai menjadi salah satu contoh bahwa kekayaan buah nusantara layak dipertahankan dan terus diperkenalkan dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....