Tahu Nggak Sih? Minyak Goreng Sebaiknya Tidak Dipakai Berkali-kali
- 16 Sep 2026 08:36 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Tahu nggak sih? Minyak goreng yang digunakan berulang kali ternyata tidak semakin baik kualitasnya. Semakin sering minyak dipanaskan, kualitasnya dapat menurun dan perubahan pada warna, aroma, rasa, serta komposisi kimianya menjadi semakin terlihat.
Banyak orang menggunakan kembali minyak bekas menggoreng karena sayang untuk membuangnya. Bahkan, ada anggapan bahwa minyak goreng masih aman digunakan selama warnanya belum terlalu gelap. Padahal, perubahan kualitas minyak tidak selalu bisa dinilai hanya dari warnanya.
Pemanasan berulang dapat mempercepat proses oksidasi dan menghasilkan berbagai senyawa hasil degradasi minyak. Suhu tinggi, waktu pemanasan yang lama, serta adanya sisa makanan di dalam minyak dapat mempercepat kerusakan tersebut.
Lalu, benarkah minyak goreng tidak boleh digunakan lebih dari tiga kali?
Angka tiga kali sebenarnya bukan batas keamanan yang berlaku mutlak untuk semua minyak dan semua kondisi. Kualitas minyak dipengaruhi oleh jenis minyak, suhu penggorengan, lama pemanasan, jenis makanan yang digoreng, serta bagaimana minyak disimpan setelah digunakan.
Namun, semakin sering minyak digunakan kembali, semakin besar kemungkinan kualitasnya menurun. Karena itu, menggunakan minyak secara berulang kali, terutama sampai minyak berubah menjadi sangat gelap, berbau tengik, berbusa, atau menghasilkan banyak asap, sebaiknya dihindari.
Minyak yang sudah digunakan sebaiknya tidak dicampur dengan minyak baru untuk terus digunakan berulang kali. Jika minyak masih akan dipakai kembali, saring sisa makanan dan simpan dalam wadah tertutup setelah minyak benar-benar dingin. Meski begitu, penggunaan ulang tetap sebaiknya dibatasi.
Cara yang lebih baik adalah menggunakan minyak secukupnya ketika menggoreng dan menghindari pemanasan minyak terlalu lama. Dengan begitu, kualitas makanan sekaligus kualitas minyak dapat lebih terjaga.
Jadi, bukan sekadar soal “lebih dari tiga kali pasti berbahaya”, tetapi semakin sering minyak dipanaskan, semakin besar pula penurunan kualitasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....