Mengapa Lemak di Pinggul dan Paha Wanita Lebih Sulit Berkurang?

  • 21 Jul 2026 21:26 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Banyak wanita merasa berat badan sudah berkurang setelah menjalani defisit kalori dan rutin berolahraga, tetapi lemak di area pinggul dan paha tampak tidak banyak berubah. Kondisi ini bukan berarti program yang dijalani gagal, melainkan berkaitan dengan cara tubuh menyimpan dan menggunakan cadangan lemak.

Secara fisiologis, wanita memang lebih banyak menyimpan lemak di area pinggul dan paha dibanding pria. Pola distribusi ini dipengaruhi oleh hormon estrogen yang berperan mengarahkan penyimpanan lemak subkutan sebagai cadangan energi untuk mendukung fungsi reproduksi. Lemak subkutan juga memiliki karakteristik yang berbeda dengan lemak visceral di rongga perut karena cenderung lebih lambat dimobilisasi saat tubuh mengalami defisit kalori.

Selain dipengaruhi hormon, sel lemak di pinggul dan paha memiliki lebih banyak reseptor alfa-2 adrenergik, yaitu reseptor yang menghambat proses lipolisis atau pemecahan lemak. Sebaliknya, area seperti perut lebih banyak memiliki reseptor beta-adrenergik yang lebih responsif terhadap pelepasan lemak sebagai sumber energi. Perbedaan inilah yang membuat lemak di pinggul dan paha sering menjadi area terakhir yang mengecil selama program penurunan lemak tubuh.

Faktor genetika juga berperan dalam menentukan pola distribusi dan urutan tubuh menggunakan cadangan lemak. Karena itu, setiap orang memiliki area yang berbeda-beda dalam mengalami penurunan lemak. Ada yang lebih dahulu kehilangan lemak di wajah atau lengan, sementara pada orang lain perubahan baru terlihat di bagian perut, pinggul, atau paha setelah persentase lemak tubuh turun lebih jauh.

Banyak orang mencoba mengatasi kondisi ini dengan memperbanyak latihan seperti squat, lunge, atau leg press. Latihan tersebut memang efektif memperkuat dan membentuk otot tungkai serta bokong, tetapi tidak dapat membakar lemak hanya pada satu bagian tubuh. Hingga kini, penelitian belum menemukan bukti bahwa latihan pada area tertentu dapat menghilangkan lemak secara spesifik di area tersebut atau dikenal sebagai spot reduction.

Menurut tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, distribusi lemak tubuh dipengaruhi oleh interaksi hormon, aliran darah, dan kepadatan reseptor pada jaringan lemak. Karena itu, pola penyimpanan dan pelepasan lemak antara pria dan wanita memang berbeda, sehingga sebagian wanita memerlukan waktu lebih lama untuk melihat perubahan di area pinggul dan paha.

Kunci untuk mengurangi lemak di area tersebut tetap sama, yaitu mempertahankan defisit kalori secara konsisten, mencukupi asupan protein, melakukan latihan beban untuk menjaga massa otot, serta bersabar mengikuti proses. Seiring menurunnya persentase lemak tubuh secara keseluruhan, lemak di pinggul dan paha juga akan berkurang, meskipun tidak secepat bagian tubuh lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....