Urutan Makan ternyata Berpengaruh pada Lonjakan Gula Darah
- 24 Jun 2026 16:05 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Selama ini banyak orang menganggap yang paling penting dari sebuah makanan adalah jenis dan porsinya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penelitian di bidang gizi mulai menyoroti hal yang lebih sederhana namun menarik. urutan makan ternyata ikut memengaruhi bagaimana tubuh merespons gula darah setelah makan.
Fenomena ini dikenal sebagai meal sequencing, yaitu cara mengatur urutan konsumsi makanan, biasanya dimulai dari sayuran atau makanan tinggi serat, dilanjutkan protein, dan diakhiri dengan karbohidrat seperti nasi, roti, atau kentang.
| Baca juga: Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan |
Sejumlah studi ilmiah menunjukkan bahwa urutan ini dapat memberikan perbedaan pada respons gula darah setelah makan. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Clinical Nutrition, ditemukan bahwa konsumsi sayur dan protein sebelum karbohidrat dapat membantu menurunkan lonjakan gula darah dibandingkan jika karbohidrat dikonsumsi terlebih dahulu. Hal ini berkaitan dengan cara tubuh mencerna makanan dan kecepatan glukosa masuk ke dalam aliran darah.
Secara fisiologis, serat yang terdapat pada sayur berfungsi memperlambat pengosongan lambung dan penyerapan glukosa di usus. Efek ini membuat kenaikan gula darah berlangsung lebih stabil. Sementara itu, protein tidak hanya membantu proses pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, tetapi juga memicu hormon yang meningkatkan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol asupan makan secara keseluruhan.
Sebaliknya, jika makanan tinggi karbohidrat dikonsumsi di awal, tubuh lebih cepat memecahnya menjadi glukosa. Kondisi ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih cepat, terutama jika tidak diimbangi dengan serat atau protein dalam jumlah cukup.
Menariknya, temuan ini tidak hanya berlaku pada orang dengan gangguan metabolik, tetapi juga terlihat pada individu sehat. Beberapa studi menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam urutan makan saja sudah cukup untuk memengaruhi respons gula darah setelah makan, meski tanpa mengubah total porsi makanan.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa urutan makan bukan faktor utama yang menentukan kesehatan, melainkan bagian kecil dari keseluruhan pola makan. Asupan gizi seimbang, jumlah kalori, kualitas makanan, serta aktivitas fisik tetap menjadi faktor yang jauh lebih berpengaruh terhadap kondisi metabolisme tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....