Lemak Subkutan dan Lemak Viseral, Apa Perbedaannya?
- 17 Jun 2026 13:16 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Istilah lemak kerap dikaitkan dengan kenaikan berat badan dan penampilan fisik. Namun, tidak semua lemak dalam tubuh memiliki sifat dan pengaruh yang sama. Para ahli membedakan lemak tubuh menjadi dua jenis utama, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral, yang masing-masing memiliki peran berbeda bagi kesehatan.
Lemak subkutan merupakan jenis lemak yang paling mudah dikenali karena berada tepat di bawah permukaan kulit. Lapisan ini dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, paha, pinggul, dan perut. Selain berfungsi sebagai cadangan energi, lemak subkutan juga membantu menjaga suhu tubuh dan melindungi jaringan serta organ dari benturan.
Berbeda dengan lemak subkutan, lemak viseral berada jauh di dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ penting seperti hati, lambung, usus, serta pankreas. Karena tidak tampak secara langsung, keberadaannya sering kali tidak disadari.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Kedokteran Syiah Kuala tahun 2025, distribusi lemak tubuh memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kesehatan. Lemak viseral diketahui lebih aktif secara metabolik dibandingkan lemak subkutan, sehingga lebih berpotensi memengaruhi berbagai proses dalam tubuh.
Hal tersebut membuat penumpukan lemak viseral berlebih lebih erat dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan metabolisme, seperti diabetes melitus tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, serta sindrom metabolik. Sementara itu, lemak subkutan dalam jumlah yang normal masih memiliki fungsi fisiologis yang penting dan tidak selalu memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Perbedaan keduanya juga terlihat dari cara tubuh menyimpannya. Lemak subkutan cenderung memengaruhi bentuk tubuh dan lebih mudah diamati, sedangkan lemak viseral dapat dimiliki oleh siapa saja, termasuk orang dengan berat badan normal. Kondisi ini dikenal sebagai normal weight obesity, yaitu keadaan ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh normal tetapi kadar lemak tubuh, khususnya lemak viseral, tergolong tinggi.
Karena itu, menjaga kesehatan tubuh tidak cukup hanya dengan memperhatikan angka pada timbangan. Pola makan seimbang, aktivitas fisik yang teratur, tidur yang cukup, serta mengurangi kebiasaan kurang bergerak menjadi langkah penting untuk menjaga komposisi lemak tubuh tetap sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....