Gejala Miom pada Rahim yang Harus Wanita Waspadai

  • 21 Mei 2026 10:25 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI. CO.ID. Gunungsitoli _ Meski merupakan tumor jinak yang tidak bersifat kanker atau ganas, tetap saja Anda perlu mewaspadai adanya ciri-ciri miom di dalam tubuh. Artikel ini akan membantu Anda mengenali apa saja gejala miom yang mungkin terjadi.

Apa saja ciri-ciri miom pada wanita?

Dikutip dari lawan Hallo sehat.com Miom dikenal juga dengan nama mioma, fibroid rahim, atau leiomioma.

Miom berasal dari sel otot yang mulai tumbuh secara abnormal pada dinding rahim. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

Beberapa wanita pernah mengalami miom dalam hidup mereka. Akan tetapi, terkadang kondisi ini tidak disadari oleh banyak penderita karena tidak muncul gejala yang jelas.

Sementara jika ada gejala miom yang mungkin muncul, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Berikut ini beberapa tanda-tanda miom yang mungkin dialami oleh wanita.

1. Masa haid yang lebih lama

Fibroid rahim dapat menyebabkan wanita mengalami menstruasi yang lebih lama dari biasanya.

Kondisi ini terjadi karena fibroid dapat meningkatkan jumlah lapisan rahim yang luruh saat menstruasi. Selain itu, fibroid bisa mengganggu kontraksi rahim sehingga perdarahan berlangsung lebih lama.

Masa menstruasi dapat disebut terlalu panjang jika terjadi lebih dari 7 – 8 hari.

2. Darah menstruasi dalam jumlah banyak

Darah yang keluar saat haid juga bisa berjumlah lebih banyak. Ini ditandai dengan pembalut atau tampon yang sangat cepat penuh, misalnya hingga perlu diganti setiap jam.

Pada kondisi lain, ada juga darah yang bocor keluar dari tampon atau pembalut sehingga menimbulkan noda pada pakaian.

Terkadang, darah yang keluar dapat berupa gumpalan darah yang terlihat lebih besar dari ukuran koin atau sekitar 2,5 cm.

3. Perdarahan di luar masa haid

Tumor di rahim juga bisa ditandai dengan terjadinya perdarahan di luar siklus haid normal.

Perdarahan ini dapat terjadi berdekatan setelah menstruasi sebelumnya atau sebelum jadwal haid berikutnya.

Dalam beberapa kasus, perdarahan bisa terjadi secara tidak terduga dan berlangsung lebih lama dari biasanya sehingga memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup.

4. Keputihan kronis

Selain perdarahan di luar jadwal menstruasi, gejala miom bisa berupa keputihan yang terjadi terus-menerus atau kronis.

Ini karena tumor dapat meningkatkan jumlah cairan keputihan di dalam vagina.

Keputihan ini umumnya memiliki tekstur yang cair, tetapi dapat terlihat sedikit berwarna merah muda atau pink jika disertai perdarahan.

5. Rasa sakit di bagian perut atau punggung bawah

Saat menstruasi, cukup banyak wanita yang mengalami rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah.

Namun, pada beberapa wanita, kondisi ini bisa menandakan adanya miom di dalam rahim. Bahkan, nyeri juga bisa timbul saat sedang tidak menstruasi.

Kondisi ini juga bisa membuat perut bagian bawah terasa seperti penuh. Nyeri di bawah perut ini juga disebut tekanan panggul jika tumor berukuran sebesar jeruk Bali atau bahkan lebih besar.

6. Rasa tidak nyaman saat berhubungan intim

Rasa tidak nyaman atau bahkan sakit juga bisa terjadi saat sedang berhubungan intim jika terdapat miom di rahim.

Sakit saat berhubungan intim ini bisa dirasakan lebih dalam, terutama saat penetrasi, dan sering kali membuat penderitanya merasa cemas atau enggan berhubungan.

Hal ini bisa disebabkan oleh tekanan dari miom pada jaringan di sekitar rahim atau perubahan posisi rahim akibat adanya tumor jinak tersebut.

7. Sering atau sulit buang air kecil

Tumor di dalam rahim bisa menimbulkan tekanan pada kandung kemih.

Pada beberapa penderita, ini bisa membuat kandung kemih terasa lebih cepat penuh sehingga menyebabkan lebih sering buang air kecil.

Namun, pada penderita lainnya, tekanan tumor pada kandung kemih justru membuat sulit buang air kecil.

8. Mengalami sembelit

Selain menekan kandung kemih, miom bisa menyumbat sistem pencernaan. Akibatnya, dapat terjadi gejala miom berupa sembelit alias susah buang air besar.

Tekanan dari miom pada usus besar dapat memperlambat pergerakan feses sehingga membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan kembung.

Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

9. Masalah kehamilan atau kesuburan

Miom juga bisa ditandai dengan terjadinya keguguran, kemandulan, atau masalah pada masa kehamilan.

Jika tumor berukuran cukup besar, ini bisa menghalangi sel telur yang telah dibuahi oleh sperma untuk bisa melekat di dalam rahim.

Tumor ini juga bisa menyumbat tuba falopi dan menyebabkan sel telur tidak dapat masuk ke dalam rahim sehingga kehamilan tidak dapat terjadi.

10. Mengalami anemia

Anemia dapat menjadi gejala miom kerana perdarahan yang dialami saat haid atau di luar jadwal haid.

Jika perdarahan terjadi cukup banyak, tubuh bisa kekurangan sel darah merah dan mengalami anemia.

Kondisi ini bisa menyebabkan gejala seperti kelelahan, pusing, dan lemah, yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderita.

11. Perut membesar seperti hamil

NYU Langone Health menjelaskan bahwa miom yang sudah membesar 5 – 10 cm atau sebesar buah alpukat bisa menimbulkan gejala berupa perut membesar seperti hamil.

Pembesaran ini biasanya terjadi secara perlahan dan dapat terlihat dengan jelas, baik oleh penderita maupun orang sekitar.

Dalam beberapa kasus, ukuran miom yang besar juga bisa menekan organ-organ di sekitarnya, seperti kandung kemih atau diafragma sehingga menimbulkan keluhan baru.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....