Bengong Sejenak, ternyata Baik untuk Kesehatan Mental

  • 21 Mei 2026 10:52 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perkembangan teknologi digital menghadirkan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Informasi kini dapat diakses dengan cepat melalui telepon genggam, media sosial, maupun berbagai platform digital lainnya. Namun di balik kemudahan tersebut, masyarakat modern juga menghadapi tantangan baru, yakni tingginya paparan informasi yang diterima otak hampir tanpa jeda.

Mulai dari notifikasi pekerjaan, percakapan di media sosial, video singkat, hingga arus berita yang terus bergerak, semuanya menuntut perhatian dalam waktu bersamaan. Kondisi ini secara perlahan dapat memicu kelelahan mental apabila tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup bagi pikiran.

Fenomena ini membuat istilah “bengong” atau melamun sejenak tidak lagi selalu dipandang negatif. Dilansir dari sejumlah kajian psikologi dan kesehatan mental, memberi waktu jeda bagi otak justru dinilai penting untuk membantu menjaga keseimbangan konsentrasi dan emosi.

Psikolog klinis dan peneliti dari Georgetown University, Kalina Christoff, dalam penelitiannya mengenai aktivitas otak saat melamun menjelaskan bahwa pikiran yang mengembara tidak selalu berarti seseorang kehilangan fokus. Dalam kondisi tertentu, otak justru sedang memproses informasi, menyusun memori, hingga membantu memunculkan ide kreatif.

Saat seseorang berhenti sejenak dari aktivitas dan tidak terus-menerus menerima stimulus, otak memiliki kesempatan untuk mengurangi tekanan mental serta memulihkan fokus. Tidak sedikit ide kreatif atau solusi terhadap suatu persoalan muncul ketika seseorang sedang berjalan santai, memandang suasana sekitar, atau duduk diam tanpa gangguan layar digital.

Kebiasaan mengisi setiap waktu luang dengan telepon genggam juga mulai menjadi perhatian. Banyak orang merasa tidak nyaman ketika berada dalam kondisi hening atau tanpa hiburan, sehingga memilih terus terhubung dengan layar. Padahal, otak memerlukan ruang kosong agar tidak terus bekerja dalam tekanan informasi yang berlebihan.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Reviews Neuroscience menyebutkan bahwa otak memiliki sistem yang tetap aktif saat seseorang sedang beristirahat atau tidak fokus pada tugas tertentu. Kondisi ini dikenal sebagai default mode network, yaitu fase ketika otak membantu memproses emosi, memori, dan refleksi diri.

Sejumlah ahli kesehatan mental juga menilai bahwa waktu istirahat mental dapat membantu meningkatkan konsentrasi, menjaga stabilitas emosi, hingga mengurangi tingkat stres. Karena itu, meluangkan waktu beberapa menit tanpa distraksi digital dapat menjadi langkah sederhana namun bermanfaat bagi kesehatan mental.

Masyarakat dapat memulainya dengan kebiasaan ringan, seperti menikmati suasana pagi tanpa membuka media sosial, berjalan santai tanpa menggunakan earphone, atau duduk tenang beberapa menit setelah beraktivitas.

Di tengah kehidupan yang serba cepat, kemampuan untuk berhenti sejenak dan memberi ruang bagi pikiran menjadi hal yang semakin penting. Sebab bukan hanya tubuh yang membutuhkan istirahat, tetapi juga otak yang setiap hari bekerja menerima begitu banyak informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....