Inilah yang Dimaksud Dengan GERD

  • 16 Apr 2026 08:00 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID.Gunungsitoli - GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah penyakit kronis saluran pencernaan yang terjadi akibat asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara terus-menerus. Cairan asam ini mengiritasi dinding kerongkongan, sehingga menimbulkan sensasi tidak nyaman yang khas. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya otot katup bagian bawah kerongkongan (LES), menyebabkan gejala seperti heartburn (dada terbakar), mual dan mulut terasa asam/pahit sebagaimana dilansir laman halodoc.

Jika GERD tidak diobati dengan baik, asam lambung kronis dapat merusak lapisan kerongkongan dan memicu komplikasi serius seperti esofagitis (peradangan), striktur (penyempitan) hingga kanker esofagus.

Penting untuk membedakan GERD dengan sakit maag; GERD lebih mengacu pada naiknya asam lambung ke kerongkongan secara kronis, sementara maag seringkali berupa iritasi pada dinding lambung itu sendiri, seperti dirilis laman alodokter.

Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya otot katup kerongkongan bawah (Lower Esophageal Sphincter atau LES) yang seharusnya berfungsi sebagai pintu satu arah menuju lambung.

Gejala Utama GERD:

  • Heartburn: Sensasi panas atau terbakar di dada, sering menjalar ke tenggorokan. Biasanya setelah makan dan bisa memburuk saat malam hari.

  • Regurgitasi: Rasa asam atau pahit yang muncul di pangkal tenggorokan atau mulut. Cairan asam atau makanan kembali ke mulut.

  • Nyeri dada (terutama saat berbaring atau membungkuk).

  • Sulit atau nyeri saat menelan.

  • Batuk kronis atau suara serak (akibat iritasi asam).

  • Bau mulut tidak sedap.

  • Gejala lain: mual, sering bersendawa, hingga sesak napas.

Penyebab dan Faktor Risiko:

  • Melemahnya otot lower esophageal sphincter (LES).

  • Obesitas: Tekanan ekstra pada perut.

  • Hernia hiatal: Sebagian lambung menonjol ke rongga dada.

  • Merokok dan alkohol.

  • Pola makan tidak sehat: Makan porsi besar, langsung berbaring setelah makan, atau sering mengonsumsi makanan berlemak/pedas, cokelat, kafein (kopi/teh) dan minuman bersoda.

  • Gaya hidup: Merokok, obesitas, stres, dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan.

Penanganan dan Pencegahan:

  • Modifikasi Gaya Hidup: Menurunkan berat badan, berhenti merokok, tidak langsung tidur setelah makan (beri jeda 2-3 jam) serta makan dalam porsi kecil namun sering.

  • Mengatur Posisi Tidur: Meninggikan kepala tempat tidur atau gunakan bantal yang lebih tinggi saat tidur.

  • Hindari Pemicu: Kopi, cokelat, makanan pedas, asam, mint, dan gorengan, sebagaimana dilansir laman halodoc.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....