Perbedaan Maag dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

  • 14 Mei 2026 09:31 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Maag (gastritis) dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) berbeda dalam lokasi dan keparahan. Maag adalah peradangan dinding lambung dengan nyeri di perut atas/ulu hati sedangkan GERD adalah asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan dada terbakar (heartburn) dan mulut terasa pahit. GERD adalah kondisi kronis yang lebih serius dibanding maag.

Maag terbatas pada area lambung, sementara GERD melibatkan kerongkongan (esofagus). Gejala Khas Maag diantaranya nyeri ulu hati, perut kembung, mual, muntah, dan mudah kenyang sedangkan Gejala Khas GERD diantaranya dada terasa panas/terbakar (heartburn), mulut terasa asam/pahit, batuk kering terus-menerus dan suara serak. Maag sering dipicu pola makan tidak teratur atau bakteri, sedangkan GERD disebabkan melemahnya otot katup antara lambung dan kerongkongan. Maag bisa membaik dengan antasida, sementara GERD sering membutuhkan perubahan gaya hidup ketat dan obat resep yang lebih kuat, seperti dilansir halodoc

Perbedaan utama antara maag dan GERD terletak pada lokasi gangguan dan dampaknya terhadap tubuh. Maag biasanya hanya menyerang lambung, sedangkan GERD melibatkan asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan. Maag (Dispepsia/Gastritis) adalah gangguan atau peradangan yang terjadi pada dinding lambung. Sering disebut sebagai kumpulan gejala yang menyebabkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi kronis di mana asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup esofagus bawah (sfingter).

Maag Sering dipicu oleh pola makan tidak teratur, stres, infeksi bakteri H. pylori atau konsumsi makanan pedas dan asam secara berlebihan. GERD Terjadi karena katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup dengan sempurna sehingga cairan asam bisa mengalir balik ke atas. Maag Umumnya dapat diatasi dengan obat penetral asam lambung (seperti antasida) dan memperbaiki jadwal makan. GERD Memerlukan obat resep yang lebih kuat, perubahan gaya hidup yang ketat (seperti tidak langsung berbaring setelah makan) dan dalam kasus berat memerlukan tindakan medis lebih lanjut sebagaimana dimuat laman halodoc.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....