Manfaat Sehat Konsumsi Sayur Rebung

  • 30 Mar 2026 19:04 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID. Gunungsitoli - Rebung adalah tunas bambu muda yang tumbuh dari akar, berusia 1-2 bulan, dan telah dikonsumsi di Asia, terutama Tiongkok, selama lebih dari 2.500-3.000 tahun sebagai sayuran populer. Awalnya digunakan sebagai sumber pangan darurat atau makanan lokal, rebung kini menjadi kuliner khas dengan tekstur renyah dan rasa manis.

Rebung atau tunas bambu merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Rebung mengandung serat yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah masalah seperti wasir, divertikulitis, serta kanker usus besar. Selain itu, rebung juga memiliki efek prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna.

Rebung yang paling enak dan populer di Indonesia adalah rebung bambu kuning (Bambusa vulgaris), bambu petung (Dendrocalamus asper) dan bambu wulung (Gigantochloa atroviolacea). Rebung ini disukai karena rasanya manis, bertekstur renyah, lembut, serta aromanya harum jika diolah dengan tepat.

Cara memasak rebung agar tidak bau pesing dan pahit adalah dengan merebusnya 2-3 kali menggunakan air garam, menambahkan rempah aromatik (jahe/daun salam/serai), dan mencuci bersih rebung setelah direbus. Pastikan memilih rebung muda, iris tipis, lalu rebus hingga empuk selama 15-20 menit per sesi.

Sayur rebung (tunas bambu muda) adalah makanan rendah kalori namun kaya akan serat, kalium, dan antioksidan yang bermanfaat menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kesehatan jantung, serta melancarkan pencernaan. Rebung rendah kalori dan lemak, menjadikannya makanan diet yang baik, serta membantu mengatur gula darah dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta berpotensi mencegah kanker dan penyakit kardiovaskular sebagaimana dilansir laman Halodoc.

Ibu hamil boleh makan rebung selama diolah dengan benar hingga matang sempurna dan dikonsumsi dalam jumlah wajar. Rebung aman dan bernutrisi, kaya serat, vitamin, dan antioksidan yang baik untuk pencernaan serta imunitas. Hindari rebung mentah karena kandungan sianida, dan pastikan direbus lama untuk menghilangkan racun.

Efek samping makan rebung, terutama jika mentah atau tidak diolah dengan benar, meliputi keracunan sianida, gangguan pencernaan (gas, kembung), alergi, hingga potensi gangguan tiroid. Rebung mentah mengandung racun alami taxiphyllin yang dapat melepaskan sianida. Pastikan merebusnya lama hingga matang sempurna, seperti yang dirilis dari laman Halodoc.

Sebagaimana dimuat dilaman webMD mengenai konsumsi sayur rebung bahwasanya, untuk berjaga-jaga, hindari penggunaannya bagi penderita gangguan tiroid, seperti fungsi tiroid yang terlalu rendah (hipotiroidisme), pembesaran kelenjar tiroid (gondok) atau tumor tiroid pada saat mengonsumsi rebung dalam jangka panjang, dapat memperburuk kondisi ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....