Mengapa Sebagian Orang Alergi Makan Telur?
- 27 Mar 2026 23:18 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.D,Gunungsitoli - Telur merupakan salah satu sumber protein yang bergizi dan mudah diolah. Namun, tidak semua orang bisa menikmatinya dengan aman. Sebagian orang mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi telur, mulai dari gejala ringan hingga cukup serius. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam telur.
Alergi telur biasanya disebabkan oleh protein yang terdapat pada putih telur, meskipun kuning telur juga bisa memicu reaksi pada sebagian orang. Tubuh penderita alergi menganggap protein tersebut sebagai zat berbahaya. Akibatnya, sistem imun melepaskan zat kimia seperti histamin yang menimbulkan berbagai gejala alergi.
Gejala alergi telur dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang mengalami gatal-gatal pada kulit, ruam, atau biduran. Sebagian lainnya merasakan mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Dalam kasus tertentu, alergi telur juga dapat menyebabkan hidung tersumbat, batuk, sesak napas, atau pembengkakan pada bibir dan wajah.
Alergi telur sering terjadi pada anak-anak, terutama bayi dan balita. Hal ini karena sistem pencernaan dan kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Meski begitu, banyak anak yang akhirnya “sembuh” dari alergi telur seiring bertambahnya usia. Namun, ada juga orang dewasa yang tetap mengalami alergi telur sepanjang hidupnya.
Selain telur utuh, reaksi alergi juga bisa muncul dari makanan yang mengandung telur. Kue, roti, mayones, mi, atau makanan olahan tertentu sering menggunakan telur sebagai bahan. Karena itu, penderita alergi perlu lebih teliti membaca komposisi makanan sebelum mengonsumsinya.
Jika mengalami gejala setelah makan telur, sebaiknya hentikan konsumsi dan perhatikan reaksi tubuh. Bila gejala cukup berat seperti sesak napas atau pembengkakan parah, segera cari bantuan medis. Menghindari telur dan produk turunannya merupakan langkah utama untuk mencegah reaksi alergi berulang.
Alergi telur terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein dalam telur. Gejalanya bisa ringan hingga berat, dan paling sering dialami anak-anak. Dengan mengenali tanda-tandanya dan menghindari pemicu, alergi telur dapat dikelola dengan lebih aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....