Perkuat Kompetensi Digital, Pemko Gunungsitoli Gandeng BBPVP Medan

  • 16 Sep 2026 17:31 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja melalui penguatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan dalam pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Program Tailor Made Training (TMT).

Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika P. Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Rabu 16 September 2026.

Program TMT dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri melalui materi pelatihan yang disesuaikan dengan perkembangan dunia kerja. Pada pelaksanaan kali ini, peserta dibekali dua kompetensi utama, yaitu Content Marketing serta Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial.

Kedua kompetensi tersebut dinilai semakin relevan seiring berkembangnya ekosistem digital, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Gunungsitoli menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan terhadap kebutuhan dan pola kerja di berbagai sektor. Kondisi tersebut menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan kemampuan serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Pelatihan ini berbasis kompetensi, artinya memiliki standar kompetensi yang jelas, instruktur yang tersertifikasi, serta diakhiri dengan uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi. Tujuannya bukan sekadar meluluskan peserta, tetapi memastikan peserta benar-benar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” ujar Sekda.

Sekda juga mendorong seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguasai berbagai aspek pemasaran digital, mulai dari pemanfaatan media sosial, pembuatan konten, pengelolaan publikasi hingga memahami karakteristik pasar digital.

“Peserta ditargetkan menjadi pribadi yang kompeten dan mandiri. Keterampilan adalah ijazah seumur hidup. Ijazah bisa lapuk dimakan waktu, tetapi keterampilan akan terus menghidupi pemiliknya sepanjang hayat,” pesannya.

Sementara itu, mewakili Kepala BBPVP Medan, Rohisma Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Pemerintah Kota Gunungsitoli. Menurutnya, materi pelatihan yang diberikan diarahkan pada keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

“Jangan melihat pelatihan ini hanya untuk mendapatkan sertifikat. Jadikan keterampilan yang diperoleh sebagai modal untuk membuka usaha, bekerja, dan terus mengembangkan kemampuan,” pesannya.

Rohisma menjelaskan bahwa dua paket pelatihan yang diberikan, yakni Content Marketing dan Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial, tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam membuat konten dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Dalam laporan pelaksanaannya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Dafril Hulu, S.E., menyampaikan bahwa pelatihan berlangsung selama 25 hari pelatihan dan satu hari uji kompetensi, terhitung mulai 16 September hingga 16 Oktober 2026. Kegiatan dipusatkan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ziona Gunungsitoli.

Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam dua kelas. Seluruh peserta merupakan warga Kota Gunungsitoli yang telah melalui proses seleksi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, antara lain memiliki KTP Kota Gunungsitoli, memiliki minat terhadap bidang pelatihan, berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, sehat jasmani dan rohani, serta tidak sedang menempuh pendidikan formal.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai fasilitas yang pembiayaannya ditanggung oleh BBPVP Medan, meliputi biaya pelatihan, makan siang, bantuan transportasi, seragam, modul, dan sertifikat pelatihan. Peserta yang dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi juga berkesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kolaborasi antara Pemko Gunungsitoli dan BBPVP Medan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain meningkatkan kompetensi, keterampilan di bidang pemasaran digital diharapkan dapat menjadi modal bagi peserta untuk memperkuat daya saing, mendapatkan peluang kerja, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada tim BBPVP Medan. Selanjutnya, Sekda Kota Gunungsitoli bersama Rohisma Pasaribu melakukan penyematan tanda peserta secara simbolis sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pelatihan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dekranasda Kota Gunungsitoli, perwakilan BBPVP Medan, pimpinan LPK Ziona Gunungsitoli, para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....