Sekolah Lansia Mekar Diluncurkan, Dorong Lansia Sehat dan Mandiri

  • 17 Sep 2026 08:31 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti belajar, beraktivitas, maupun berkontribusi. Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Launching Sekolah Lanjut Usia (Lansia) Mekar Desa Siwalubanua II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, yang digelar di Posyandu Mekar, Rabu 16 September 2026.

Program yang digagas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Gunungsitoli ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan Posyandu berbasis siklus kehidupan. Sekolah Lansia hadir sebagai wadah pembelajaran, interaksi dan pemberdayaan agar para lansia tetap sehat, aktif, mandiri, produktif dan menjalani masa tua dengan penuh kebahagiaan.

Launching tersebut dihadiri Ketua TP Posyandu Kota Gunungsitoli sekaligus Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, Kepala DP5A Kota Gunungsitoli Wilser Juliadi Napitupulu, Camat Gunungsitoli Idanoi Elriansyah Gulo, S.T., Kepala Desa Siwalubanua II, Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Mei Generasi Zebua, SKM., tenaga kesehatan serta jajaran pengurus TP Posyandu.

Dalam sambutannya, Ny. Veny Sowa’a Laoli menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Lansia tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan Posyandu agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat pada setiap tahapan kehidupan.

“Posyandu sekarang melayani seluruh siklus kehidupan, termasuk kelompok lansia. Jadi, launching ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari penguatan Posyandu dan peningkatan kualitas hidup lansia di desa,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya usia harapan hidup perlu diiringi dengan peningkatan kualitas hidup. Lansia diharapkan tidak hanya memiliki usia yang panjang, tetapi juga dapat menjalani kehidupan dalam kondisi sehat, tetap aktif dan mampu mempertahankan kemandirian.

“Jangan sampai masyarakat kita hidup lebih panjang, tetapi dalam kondisi tidak sehat dan tidak mandiri. Yang kita inginkan adalah hidup lebih lama dalam keadaan sehat, tetap aktif, tetap mandiri, tetap produktif dan tetap bahagia,” katanya.

Melalui Sekolah Lansia, para peserta mendapatkan ruang untuk terus belajar dan berinteraksi. Materi dan kegiatan dapat diarahkan pada berbagai aspek yang mendukung kualitas hidup lansia, seperti kesehatan fisik dan mental, aktivitas fisik, pemenuhan gizi, hingga pentingnya menjaga hubungan sosial.

Bagi Ny. Veny, usia bukanlah alasan untuk berhenti belajar. Justru, masa lanjut usia dapat menjadi fase kehidupan yang tetap diisi dengan kegiatan positif, berbagi pengalaman dan membangun hubungan sosial.

“Tua itu pasti, tetapi menjadi tua dengan sehat dan bahagia adalah pilihan yang perlu kita usahakan bersama. Karena itu, jangan pernah merasa bahwa usia menjadi penghalang untuk belajar,” ungkapnya.

Ia berharap Sekolah Lansia Mekar dapat menjadi ruang yang menyenangkan bagi para lansia untuk berkumpul, belajar dan beraktivitas bersama. Dengan demikian, keberadaan program tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pengetahuan dan kesehatan, tetapi juga membantu menjaga semangat sosial para lansia agar tidak merasa sendiri.

“Semoga sekolah lansia ini dapat menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan, sehingga para lansia tidak merasa sendiri, tetapi justru semakin aktif, sehat, mandiri, dan bahagia,” harapnya.

Posyandu Perkuat Pelayanan Sepanjang Siklus Kehidupan

Kehadiran Sekolah Lansia juga memperkuat transformasi pelayanan Posyandu yang kini diarahkan untuk menjangkau masyarakat dalam berbagai kelompok usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

Pendekatan tersebut menempatkan Posyandu bukan hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan dan interaksi masyarakat. Dalam konteks lansia, pelayanan tersebut diharapkan mampu mendukung mereka agar tetap aktif serta memiliki kualitas hidup yang baik.

Pada kesempatan yang sama, Ny. Veny juga mengingatkan kesiapan Desa Siwalubanua II dalam menghadapi evaluasi lomba Posyandu yang dijadwalkan pada 22 September 2026. Ia mengajak kader PKK dan Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa serta masyarakat untuk mempersiapkan evaluasi dengan baik dan mempertahankan semangat kebersamaan.

Dukungan lintas sektor turut mewarnai kegiatan tersebut. Dinas P5A Kota Gunungsitoli menyerahkan KB KIT untuk mendukung pelayanan keluarga berencana, sementara Dinas Lingkungan Hidup menyerahkan tong sampah sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan lingkungan Desa Siwalubanua II.

Rangkaian launching kemudian ditandai dengan penyematan tanda identitas secara simbolis kepada siswa Sekolah Lansia Mekar, masing-masing kepada Kepala Sekolah Lansia Ama Junior Gea, Wali Kelas Ama Ziboy Gea, Ketua Kelas Ama Gariu Gulö, serta perwakilan siswa tertua, Ibu Amina Gea.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan koor siswa Sekolah Lansia Mekar dan foto bersama.

Peluncuran Sekolah Lansia Mekar menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan yang semakin ramah terhadap kelompok lanjut usia. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Sekolah Lansia Mekar diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi para lansia untuk tetap belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan dan menjalani masa lanjut usia secara aktif, mandiri serta bermartabat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....