Susun RPB 2026, Gunungsitoli Perkuat Ketangguhan Bencana

  • 28 Agt 2026 12:00 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, GUNUNGSITOLI - Pemerintah Kota Gunungsitoli terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui perencanaan penanggulangan bencana yang lebih terarah dan terpadu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Forum Konsultasi Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli di Ruang Rapat Lantai II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Kamis 27 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya berorientasi pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga mengedepankan pencegahan, pengurangan risiko, kesiapsiagaan, dan peningkatan kapasitas daerah.

Mewakili Pemerintah Kota Gunungsitoli, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yasökhi Tertulianus Harefa, S.E., M.Si., hadir bersama Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., beserta jajaran. Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.

Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., mengatakan penyusunan dokumen RPB menjadi langkah strategis untuk memetakan secara lebih komprehensif berbagai potensi ancaman dan risiko bencana yang dapat terjadi di Kota Gunungsitoli. Melalui dokumen tersebut, pemerintah daerah dapat memiliki dasar perencanaan yang lebih jelas dalam menentukan kebijakan, program, serta langkah penanggulangan bencana sesuai dengan karakteristik wilayah.

" RPB nantinya diharapkan menjadi pedoman bersama dalam membangun penanggulangan bencana yang sistematis, mulai dari pengurangan risiko bencana, peningkatan kesiapsiagaan, penanganan saat terjadi bencana, hingga upaya pemulihan pascabencana " Ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Forum konsultasi yang dilaksanakan juga menjadi ruang strategis untuk menyatukan persepsi dan menghimpun berbagai masukan dari perangkat daerah serta pemangku kepentingan. Berbagai aspek dibahas, antara lain identifikasi potensi ancaman dan risiko bencana, kapasitas daerah, kesiapsiagaan, strategi pengurangan risiko, hingga langkah penanganan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah Kota Gunungsitoli.

" Keterlibatan lintas sektor menjadi hal penting karena penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, komunitas, relawan, serta masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun ketangguhan daerah " Ucapnya.

Pemerintah Kota Gunungsitoli menegaskan bahwa perencanaan yang baik merupakan salah satu kunci dalam menghadapi risiko bencana. Dengan data yang lebih akurat, koordinasi yang kuat, serta pembagian peran yang jelas, pemerintah daerah dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

Ia menambahkan, selain memperkuat kesiapsiagaan pemerintah, penyusunan RPB juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan akan lebih mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi ancaman bencana.

Melalui penyusunan RPB Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Gunungsitoli tidak hanya menyiapkan sebuah dokumen perencanaan, tetapi juga membangun fondasi daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana. Dokumen tersebut diharapkan menjadi instrumen penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas, dan memastikan upaya penanggulangan bencana berjalan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif dan mampu memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Gunungsitoli terus bergerak menuju daerah yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....