HIM 2026, Semai Budaya Menabung Pelajar Gunungsitoli

  • 22 Agt 2026 16:30 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Kebiasaan menabung bukan sekadar menyisihkan uang, tetapi merupakan langkah awal membangun karakter disiplin, mandiri, dan bijak dalam mengelola keuangan. Semangat inilah yang kembali digaungkan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Simpanan Pelajar (SimPel) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Center Wali Kota Gunungsitoli, Rabu 19 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Gunungsitoli, Siti Karya Halawa, S.Pd., M.M., bersama perwakilan sejumlah satuan pendidikan di Kota Gunungsitoli.

Puncak Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran finansial kepada generasi muda sejak usia sekolah. Di tengah perkembangan teknologi digital dan semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan serta transaksi keuangan, pelajar perlu dibekali kemampuan untuk mengelola uang secara cerdas dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, para pelajar didorong untuk memahami pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, membiasakan diri menyisihkan sebagian uang, serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai penawaran konsumtif yang beredar di ruang digital.

SimPel, Langkah Kecil Menuju Kemandirian Finansial

Program Simpanan Pelajar (SimPel) menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan budaya menabung kepada anak dan pelajar melalui kebiasaan yang sederhana dan dilakukan secara konsisten.

Dengan menabung secara rutin, pelajar tidak hanya belajar mengelola uang, tetapi juga membangun karakter disiplin, mampu menentukan prioritas, belajar merencanakan kebutuhan, serta memahami pentingnya mempersiapkan masa depan.

Sejumlah satuan pendidikan di Kota Gunungsitoli turut mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli, UPTD SD Negeri 071062 Umbuhumene, UPTD SD Negeri 070983 Sihareo, UPTD SD Negeri 074049 Teluk Belukar, UPTD SD Negeri 070981 Fodo, dan UPTD SD Negeri 070999 Tarakhaini.

Keterlibatan satuan pendidikan menunjukkan bahwa gerakan menabung membutuhkan dukungan bersama. Sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan positif, sementara keluarga menjadi lingkungan utama dalam memberikan contoh dan pendampingan kepada anak dalam mengelola keuangan.

Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan

Pelaksanaan Puncak Hari Indonesia Menabung secara daring juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda.

Literasi keuangan yang baik diharapkan membuat pelajar semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital. Mereka tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Semangat menabung sejak dini juga sejalan dengan upaya membangun generasi yang memiliki perencanaan keuangan dan tidak mudah terjebak dalam perilaku konsumtif.

Karena itu, Hari Indonesia Menabung bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa kebiasaan baik perlu dibangun sejak sekarang.

Satu rupiah yang disisihkan hari ini adalah satu langkah menuju masa depan yang lebih siap.

Melalui semangat “Gemar Menabung Sejak Dini”, Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong lahirnya generasi muda yang disiplin, mandiri, cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....