HUT RI ke-81, Semangat Kemerdekaan Bergema di Gunungsitoli
- 21 Agt 2026 15:14 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Suasana khidmat, semangat kebangsaan, dan kebersamaan mewarnai Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Gunungsitoli, Senin 17 Agustus 2026.
Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., selaku Inspektur Upacara. Turut hadir Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H., Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Adrianus Zega, S.T., M.Psi., beserta anggota DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, unsur Kodim 0213/Nias, jajaran Pemerintah Kota Gunungsitoli, serta para pejabat dan undangan lainnya.
Detik-Detik Proklamasi berlangsung penuh khidmat. Saat teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan, seluruh peserta mengikuti dengan penuh penghormatan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia hari ini lahir dari perjuangan panjang, pengorbanan, keberanian, dan persatuan para pahlawan.
Merah Putih Berkibar, Paskibraka Tuntaskan Tugas
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibraka Kota Gunungsitoli Tahun 2026.
Bertindak sebagai Komandan Upacara Iptu Ari Abdi Budi Darmawan, S.H., sementara Perwira Upacara dipercayakan kepada Kapten Arhanut Nimerodi Zai.
Pasukan Pengawal Paskibraka dipimpin oleh Ipda Ifanel Yancemar Harefa, S.H., dengan Oman Gusti Ellen Zalukhu sebagai Komandan Kelompok Paskibraka. Bertugas sebagai Pembawa Baki Angie Anastasia Zalukhu, Pembawa Bendera Nathan Hagasaro Hia, Pembentang Bendera Lionel Fourthan Prasetyo Lase, dan Pengerek Bendera Bryan Faomabowo Laoli.
Dengan langkah tegap dan gerakan yang penuh disiplin, para Paskibraka berhasil melaksanakan tugas dengan lancar hingga Sang Merah Putih berkibar gagah di hadapan seluruh peserta upacara.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Kota Gunungsitoli sekaligus menjadi gambaran dari kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab yang telah mereka bangun selama menjalani proses latihan.
Kemerdekaan Dirayakan dengan Prestasi dan Apresiasi
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Gunungsitoli tidak berhenti pada prosesi upacara. Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui pemberian apresiasi kepada masyarakat, aparatur, desa, pelajar, serta berbagai pihak yang telah menorehkan prestasi dan memberikan kontribusi bagi daerah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli memberikan penghargaan kepada 10 desa dengan kinerja tertinggi Tahun 2026 berdasarkan mekanisme reward and punishment. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar pemerintahan desa terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Penghargaan juga diberikan melalui penyematan lencana dan penyerahan piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia kepada aparatur yang memenuhi ketentuan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Perhatian terhadap generasi penerus turut menjadi bagian penting dalam peringatan kemerdekaan. Pemerintah Kota Gunungsitoli memberikan apresiasi kepada anak-anak berprestasi dari Desa Fadoro Lasara sebagai desa binaan TP PKK serta menyerahkan 30 Alat Permainan Edukatif (APE) kepada 30 satuan pendidikan PAUD di Kota Gunungsitoli untuk mendukung proses pembelajaran dan tumbuh kembang anak usia dini.
Sebanyak 11 anak asal Kota Gunungsitoli yang meraih prestasi dalam Lomba Sempoa AIAMA juga mendapatkan apresiasi. Selain itu, hadiah diserahkan kepada para pemenang berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di antaranya Lomba Drumband, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), dan Tenis Meja.
Maena Bersama, Tutup Perayaan dengan Semangat Kebersamaan
Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan Maena bersama yang diikuti jajaran Pemerintah Kota Gunungsitoli, para pejabat, peserta, dan undangan.
Gerakan Maena yang dilakukan bersama menjadi lebih dari sekadar penutup acara. Tradisi budaya Nias tersebut menjadi simbol persatuan, kebersamaan, kekeluargaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Dari pengibaran Sang Merah Putih hingga Maena bersama, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Gunungsitoli menghadirkan pesan yang sama: bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan prestasi, pengabdian, persatuan, pelestarian budaya, dan kerja nyata.
Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap momentum kemerdekaan ini semakin memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat gotong royong seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....