Semarak Osale, Kreativitas Warga Gunungsitoli Bergema
- 21 Agt 2026 15:08 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Suasana Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli dipenuhi semangat, keceriaan, dan kreativitas masyarakat dalam kegiatan Osale, yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kota Gunungsitoli, Sabtu 15 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan, mengapresiasi karya seni, serta merayakan kemerdekaan melalui kekayaan budaya lokal.
Semarak Osale semakin terasa dengan kehadiran Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., bersama Sekretaris Daerah, Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, para Camat, serta masyarakat yang antusias memenuhi Lapangan Merdeka.
Berbagai penampilan seni dan musik lokal menjadi daya tarik utama. Hoho Band, anak-anak Pelita Musik, serta Sanggar Tariwu tampil menghibur masyarakat dengan kreativitas masing-masing. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pengenalan alat musik Zaraini, sebuah inovasi dan pengembangan dari alat musik tradisional Nias Faritia, yang menghadirkan warna baru dalam pelestarian dan pengembangan seni musik daerah.
Bagi Pemerintah Kota Gunungsitoli, kegiatan seperti Osale memiliki arti penting dalam memberikan ruang kepada para pelaku seni dan generasi muda untuk berkreasi, berekspresi, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nias kepada masyarakat luas.
Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan apresiasi kepada Disparekrafbudpora, panitia pelaksana, para seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, persatuan, kecintaan terhadap seni dan budaya daerah, serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda untuk mengembangkan bakat dan menunjukkan karya terbaiknya.
" Bukan sekadar panggung hiburan, Osale menjadi ruang pertemuan berbagai generasi. Anak-anak, generasi muda, orang tua, pelaku seni, komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul dalam satu suasana kebersamaan. Tawa, tepuk tangan, dan antusiasme penonton menjadi gambaran bagaimana seni dan budaya mampu menyatukan masyarakat " Ujarnya.
Semangat kemerdekaan dalam Osale pun terasa lebih dari sekadar perayaan. Ia hadir melalui musik, tari, kreativitas, budaya, dan kebersamaan masyarakat. Setiap penampilan menjadi bagian dari cerita tentang identitas daerah yang terus hidup dan berkembang di tengah generasi.
Dari Lapangan Merdeka, semangat itu bergema: bahwa kemerdekaan dapat dirayakan dengan berkarya, menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan ruang-ruang positif bagi masyarakat.
Osale bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi tentang bagaimana seni, budaya, dan kreativitas menjadi energi bersama untuk menghidupkan semangat Gunungsitoli Hebat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....