ketika Drama Pendek Menjadi Tontonan Sehari-hari

  • 29 Sep 2026 09:45 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Drama pendek kini bukan lagi tontonan sesekali. Ia telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Di sela waktu luang, saat menunggu, atau sebelum tidur, drama pendek hadir menemani layar ponsel.

Kehadiran platform digital membuat drama pendek mudah diakses. Durasi singkat, cerita ringan, dan alur cepat membuatnya cocok dengan ritme hidup modern. Penonton tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk menikmatinya.

Dilansir dalam buku Amusing Ourselves to Death, Neil Postman mengingatkan bahwa media hiburan dapat membentuk cara berpikir masyarakat. Ketika tontonan menjadi konsumsi harian, ia tidak hanya menghibur, tetapi juga memengaruhi perhatian dan cara kita memaknai cerita.

Daya tarik drama pendek terletak pada kesederhanaannya. Konflik yang diangkat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tokohnya bisa siapa saja. Penonton merasa terwakili, seolah cerita itu tentang diri mereka sendiri.

Di media sosial, drama pendek juga menjadi ruang interaksi. Penonton berkomentar, membagikan, dan mendiskusikan. Cerita yang menyentuh bisa cepat menyebar. Dalam hitungan jam, sebuah episode bisa ditonton ribuan bahkan jutaan kali.

Namun, tidak semua drama pendek berkualitas. Sebagian hanya mengejar sensasi, mengangkat konflik berlebihan, atau mengulang pola yang sama. Jika dikonsumsi terus-menerus, tontonan seperti ini bisa membuat penonton kehilangan selera pada cerita yang lebih bermakna.

Karena itu, literasi menonton menjadi penting. Penonton perlu memilih tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi nilai. Drama pendek yang baik mampu menyampaikan pesan, membuka cara pandang baru, dan meninggalkan kesan.

Di daerah, drama pendek juga membuka peluang bagi kreator lokal. Dengan ponsel dan ide sederhana, mereka bisa bercerita tentang kehidupan di sekitarnya. Cerita dari daerah punya warna tersendiri yang layak dikenal lebih luas.

Dengan demikian, drama pendek telah menjadi tontonan sehari-hari. Ia hadir di ruang digital, menemani waktu luang, dan membentuk cara kita menikmati cerita. Yang perlu dijaga adalah pilihan tontonan, agar hiburan tetap memberi manfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....