Digital Detox Mulai Diterapkan untuk Mengurangi Waktu di Media Sosial

  • 30 Sep 2026 12:24 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Penggunaan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, di tengah tingginya penggunaan perangkat digital, muncul kebiasaan yang dikenal sebagai digital detox, yaitu mengurangi penggunaan perangkat dan media sosial untuk sementara waktu.

Sebagian orang melakukan digital detox dengan membatasi waktu penggunaan media sosial, mematikan notifikasi, atau tidak menggunakan ponsel ketika sedang makan dan beristirahat. Tujuan kegiatan tersebut bukan selalu untuk meninggalkan teknologi sepenuhnya, tetapi untuk membantu seseorang mengatur waktu penggunaan perangkat digital. Dengan begitu, waktu yang biasanya digunakan untuk melihat media sosial dapat dialihkan ke kegiatan lain.

Dilansir dari Halodoc, Sebuah studi prospektif terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Internet Research pada awal tahun 2026 mengungkapkan bahwa partisipan yang melakukan detoks digital selama 48 jam di akhir pekan mengalami penurunan kadar hormon kortisol (hormon stres) hingga 35%. Selain itu, studi tersebut juga mencatat adanya peningkatan signifikan pada kualitas tidur fase Deep Sleep (tidur nyenyak) pada kelompok yang secara konsisten tidak menggunakan gawai dua jam sebelum waktu tidur malam.

Kegiatan seperti membaca, berolahraga, berbicara dengan keluarga, atau melakukan hobi dapat menjadi alternatif ketika seseorang mengurangi penggunaan ponsel.

Tren ini menunjukkan bahwa teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi penggunaannya tetap perlu diatur agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....