Cara Sederhana Mengatasi Bau Badan pada Anak

  • 22 Agt 2026 16:38 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Bau badan pada anak terkadang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, baik bagi anak maupun orang di sekitarnya. Kondisi ini dapat membuat anak merasa kurang percaya diri, terutama saat beraktivitas bersama teman. Karena itu, orang tua perlu membantu anak menjaga kebersihan tubuh dengan cara yang lembut dan tidak membuatnya merasa malu.

Dikutip dari jurnal Pudmed central tentang memahami dasar mikrobial penyebab bau badan pada anak-anak pra-pubertas dan remaja Analisis mikrobioma pada anak prabertas menemukan bahwa bakteri kulit memecah komponen keringat, menghasilkan karakteristik bau seperti asam, berminyak, atau sulfur.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi bau badan pada anak antara lain: Keringat berlebih, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas.Kebersihan tubuh yang kurang terjaga, sehingga bakteri mudah berkembang di kulit. Pakaian lembap atau jarang diganti. Perubahan hormon, terutama ketika anak mulai memasuki masa pubertas. Pola makan tertentu yang dapat memengaruhi aroma tubuh. Faktor genetik, karena setiap anak memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Kondisi medis tertentu, meskipun relatif jarang.

Orang tua dapat membantu mengurangi bau badan pada anak dengan cara: Mengajarkan mandi teratur, terutama setelah anak berkeringat. Membersihkan ketiak dengan baik menggunakan sabun dan air. Mengganti pakaian setiap hari atau segera setelah basah oleh keringat. Memilih pakaian yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Menjaga kebersihan kaki dan alas kaki untuk mencegah bau. Mencuci handuk dan pakaian secara rutin agar tidak menjadi sumber bau. Membiasakan pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi dan cukup minum.

Jika bau badan muncul sangat dini, semakin kuat, atau disertai tanda perubahan pubertas lainnya, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Dengan menjaga kebersihan tubuh dan menerapkan kebiasaan hidup sehat, bau badan pada anak dapat diminimalkan dan anak pun dapat merasa lebih nyaman dalam beraktivitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....