Berat Badan Turun saat Bangun Tidur, Ini Penjelasannya

  • 26 Mei 2026 18:15 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Angka timbangan di pagi hari kerap terlihat lebih rendah dibanding malam sebelumnya, dengan selisih sekitar 0,5 hingga 1 kilogram meski tanpa aktivitas fisik selama tidur.

Fenomena ini bukan disebabkan oleh penurunan lemak secara cepat, melainkan fluktuasi alami tubuh yang dipengaruhi cairan dan proses metabolisme.

Dilansir dari Alodokter, berat badan harian dapat berubah karena dipengaruhi cairan tubuh, asupan makanan, dan aktivitas metabolisme, sehingga perubahan dalam satu hari masih tergolong normal.

Secara fisiologis, saat tidur tubuh tetap menjalankan fungsi vital seperti pernapasan, kerja organ, dan perbaikan sel. Proses ini tetap membutuhkan energi dan menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan melalui napas.

Selain itu, terjadi insensible water loss, yaitu kehilangan cairan tanpa disadari melalui uap pernapasan dan penguapan kulit. Selama 7–8 jam tidur tanpa asupan cairan, kondisi ini membuat volume cairan tubuh berkurang sementara dan berdampak pada penurunan angka timbangan.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah berkurangnya isi saluran pencernaan setelah proses metabolisme makanan pada malam hari.

Para ahli menegaskan, perubahan berat badan harian lebih mencerminkan kondisi hidrasi tubuh dibandingkan perubahan lemak. Karena itu, penimbangan di pagi hari sebelum makan dan minum dianggap paling konsisten untuk memantau berat badan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....