Disaat Dunia Maya Menjadi Ancaman, Risiko Cyber Semakin Nyata
- 19 Mei 2026 10:13 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia, termasuk bagi anak-anak. Melalui internet, anak dapat belajar lebih cepat, mengenal dunia luar, hingga mengembangkan kreativitas sejak usia dini. Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman cyber atau kejahatan digital juga semakin meningkat dan mulai menyasar anak-anak sebagai target yang rentan. Banyak anak belum memahami bahaya yang tersembunyi di dunia maya sehingga mudah menjadi korban penipuan, perundungan digital, hingga pencurian data pribadi.
Salah satu ancaman cyber yang paling sering terjadi pada anak adalah cyberbullying atau perundungan di media sosial dan permainan daring. Anak-anak dapat menerima hinaan, ancaman, bahkan penyebaran foto tanpa izin yang berdampak pada kondisi psikologis mereka. Selain itu, banyak pelaku kejahatan digital memanfaatkan aplikasi permainan dan media sosial untuk mendekati anak-anak secara diam-diam. Mereka berpura-pura menjadi teman sebaya untuk mendapatkan informasi pribadi atau melakukan tindakan berbahaya lainnya.
Anak-anak dinilai menjadi kelompok yang rentan terpapar risiko di dunia maya karena rasa ingin tahu mereka sangat besar, sementara kemampuan dalam menyaring informasi masih belum sepenuhnya berkembang. Karena itu, pendidikan literasi digital sejak dini dianggap penting agar anak memahami cara menggunakan internet dengan aman dan bijak. Selain itu, pengawasan orangtua terhadap aktivitas digital anak juga diperlukan, termasuk dalam membatasi akses ke situs maupun aplikasi yang belum sesuai dengan usia mereka.
Selain ancaman dari orang asing, penggunaan internet tanpa kontrol juga dapat membuat anak kecanduan gawai. Banyak anak menghabiskan waktu berjam-jam bermain game online atau menonton konten tanpa pengawasan. Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan sosial, kesehatan mata, hingga menurunkan kemampuan belajar. Tidak sedikit anak yang akhirnya menjadi sulit berinteraksi secara langsung karena lebih nyaman berada di dunia virtual dibanding lingkungan nyata.
Salah seorang orangtua bernama Fitri, mengaku mulai lebih ketat mengawasi penggunaan ponsel anaknya setelah mengetahui banyak kasus kejahatan digital terhadap anak. Ia mengatakan bahwa anak-anak sering kali tidak sadar ketika membagikan foto, lokasi, atau identitas pribadi di internet. Menurutnya, komunikasi antara orangtua dan anak menjadi hal paling penting agar anak merasa aman untuk bercerita ketika mengalami masalah di dunia maya.
Di era digital saat ini, perlindungan anak dari bahaya cyber bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah, tetapi juga seluruh keluarga dan masyarakat. Orangtua perlu mendampingi anak saat menggunakan internet serta memberikan pemahaman tentang etika dan keamanan digital. Dengan pengawasan yang baik, teknologi dapat menjadi sarana positif bagi tumbuh kembang anak tanpa harus mengorbankan keselamatan mereka di dunia maya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....