Layar Menang, Buku Tersisih - Fenomena Baru Anak Zaman Digital

  • 04 Mei 2026 09:26 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan gadget pada anak usia dini semakin sulit dihindari. Ponsel pintar dan tablet kini menjadi bagian dari keseharian, bahkan sering dijadikan “penenang instan” oleh orang tua. Namun, di balik kemudahan itu, muncul kekhawatiran bahwa paparan layar berlebihan dapat menggeser kebiasaan membaca buku. Padahal, minat baca sejak dini merupakan fondasi penting dalam perkembangan kognitif, bahasa, dan imajinasi anak.

Anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung lebih tertarik pada konten visual yang cepat dan instan. Hal ini membuat mereka kurang sabar untuk menikmati proses membaca buku yang membutuhkan konsentrasi dan daya imajinasi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin minat baca anak akan semakin menurun. Oleh karena itu, pembatasan penggunaan gadget menjadi langkah penting yang perlu diterapkan sejak awal.

Membatasi gadget bukan berarti melarang sepenuhnya, melainkan mengatur waktu dan jenis penggunaannya. Orang tua dapat menetapkan jadwal harian, misalnya hanya memperbolehkan penggunaan gadget selama satu hingga dua jam. Di luar waktu tersebut, anak bisa diarahkan untuk melakukan aktivitas lain seperti membaca buku cerita, menggambar, atau bermain secara aktif. Lingkungan rumah juga sebaiknya mendukung, misalnya dengan menyediakan rak buku menarik dan memilih bacaan yang sesuai dengan usia anak.

Selain itu, peran orang tua sangat krusial dalam menumbuhkan minat baca. Anak cenderung meniru kebiasaan orang dewasa di sekitarnya. Jika orang tua gemar membaca, anak pun akan melihat membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan. Membacakan cerita sebelum tidur atau mengajak anak ke perpustakaan bisa menjadi cara sederhana namun efektif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku.

Seorang ahli perkembangan anak, Dr. Seto Mulyadi, menegaskan bahwa pembatasan gadget pada anak bukan sekadar soal durasi, tetapi juga kualitas interaksi. Menurutnya, “Anak membutuhkan stimulasi yang melibatkan interaksi langsung, seperti membaca buku bersama orang tua, karena hal itu mampu membangun kedekatan emosional sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa.” Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan membaca sejak dini akan membantu anak memiliki daya pikir kritis yang lebih baik di masa depan.

Dengan demikian, membatasi penggunaan gadget bukanlah bentuk pengekangan, melainkan upaya untuk menjaga keseimbangan tumbuh kembang anak. Di era digital ini, tantangan memang semakin kompleks, tetapi dengan peran aktif orang tua dan lingkungan yang mendukung, minat baca buku pada anak tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....