Sinyal Bahaya Saat Hamil yang Patut di Waspadai
- 12 Mar 2026 10:14 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kehamilan adalah masa yang penuh harapan bagi banyak keluarga. Namun, di balik kebahagiaan tersebut ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah keracunan kehamilan atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai Preeklamsia. Kondisi ini biasanya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dan ditandai dengan tekanan darah tinggi serta gangguan pada organ tubuh ibu, seperti ginjal atau hati. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa membahayakan ibu maupun bayi yang sedang dikandung.
Banyak orang mengira tanda awal keracunan kehamilan hanya berupa tekanan darah tinggi. Padahal, ada beberapa gejala awal lain yang sering tidak disadari oleh ibu hamil. Misalnya sakit kepala yang terus-menerus, pandangan menjadi kabur, wajah dan tangan tiba-tiba membengkak, serta rasa nyeri pada bagian ulu hati. Gejala-gejala ini kadang dianggap sebagai keluhan biasa selama kehamilan, sehingga sering diabaikan. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal terjadinya preeklamsia yang perlu segera diperiksa oleh tenaga kesehatan.
Selain itu, ada juga tanda awal yang jarang diketahui, seperti kenaikan berat badan yang terjadi sangat cepat dalam waktu singkat dan tubuh terasa sangat lelah tanpa sebab yang jelas. Beberapa ibu hamil juga mengalami mual yang lebih berat dari biasanya atau merasa sesak napas. Menurut para ahli kebidanan, perubahan-perubahan ini bisa terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah yang memengaruhi aliran darah ke plasenta (Saifuddin, 2014, hlm. 215).
Menurut dokter spesialis kandungan di Indonesia, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi keracunan kehamilan sejak dini. Melalui pemeriksaan tekanan darah, tes urin, dan pemantauan kondisi ibu serta janin, tenaga medis dapat mengetahui apakah ada tanda-tanda yang mengarah pada preeklamsia. Dengan deteksi yang lebih cepat, penanganan bisa dilakukan lebih awal sehingga risiko komplikasi dapat dikurangi (Manuaba, 2012, hlm. 326).
Karena itu, ibu hamil disarankan untuk tidak mengabaikan perubahan kecil yang terjadi pada tubuhnya. Jika muncul keluhan seperti sakit kepala hebat, pembengkakan yang tidak biasa, atau pandangan kabur, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kesadaran terhadap tanda-tanda awal keracunan kehamilan sangat penting agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga sampai proses persalinan tiba.