26 Persen Jalan Nias Utara Kondisi Baik, Jalan Desa Baru Dibangun 2028
- 06 Sep 2026 18:14 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias Utara - Akses jalan di Desa Umbu Balodano, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, masih memprihatinkan. Dona-Dona Ziliwu, warga Dusun 8 Umbu Balodano, mengatakan jalan menuju wilayah perbatasan Kota Gunungsitoli dan Kecamatan Namohalu Esiwa belum beraspal.
Warga hanya mengandalkan jalan setapak dan jembatan kayu peninggalan pasca gempa Nias yang kini sudah lapuk. Akibatnya distribusi hasil bumi seperti karet, pinang, dan durian terhambat. Petani harus memikul hasil kebun sejauh 4 kilometer ke jalan beraspal terdekat. Guru dan pelajar pun kesulitan melintasi jalan tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau PUTR Kabupaten Nias Utara, Onahia Telaumbanua, menjelaskan kondisi infrastruktur jalan di daerahnya. Dari total 970 km jalan kabupaten, hanya sekitar 26% yang dalam kondisi baik.
“Masih banyak ruas jalan kabupaten yang belum bisa dilalui kendaraan roda empat,” ucap Onahia. Jumat 4 September 2026.
Terkait akses ke kawasan Sanawuyu, Onahia menduga ruas jalan tersebut berstatus jalan desa, bukan jalan kabupaten. Indikasinya, di lokasi itu masih terdapat jembatan darurat.
“Pernah ada pembukaan badan jalan dari Dusun 7 ke Dusun 8 Ofeta Bazani hingga Sanawuyu. Namun belum ada lanjutan untuk pengerasan. Dulu hanya ada bantuan fasilitas dari ILO pada masa BRR,” katanya.
Onahia menegaskan, Pemkab Nias Utara saat ini memprioritaskan penyelesaian jalan-jalan utama terlebih dahulu.
“Dengan keterbatasan anggaran, kita fokus ke jalan besar yang dimanfaatkan masyarakat luas. Setelah itu baru ke jaringan jalan dusun dan desa. Semua dilakukan bertahap,” katanya.
Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah peningkatan Jalan Hilimbowo Desa Tetehosi Maziya menuju Desa Sisarahili sepanjang ±4 km. Pembangunan menggunakan dana Inpres Jalan Daerah atau IJD dengan pagu sekitar Rp15 miliar tahun ini. Dana tersebut ditargetkan untuk menyelesaikan fisik sepanjang 3 km.
“Masih tersisa 1,5 km yang belum tertangani. Kami targetkan tuntas seluruhnya sampai hotmix di tahun 2027,” ujar Onahia.
Menanggapi keluhan warga Sanawuyu yang banyak merantau karena akses terbatas, Onahia menyatakan Pemkab terus berupaya mencari solusi. Namun penanganan kawasan pemukiman seperti Sanawuyu baru bisa dilakukan setelah jalan utama selesai.
“Perkiraannya baru bisa tersentuh mulai tahun 2028 ke atas,” ujar, Onahia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....