Akses Jalan 4 KM ke SDN Sanawuyu Nias Utara Belum Tersentuh Aspal sejak Merdeka

  • 02 Sep 2026 08:33 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias– Puluhan siswa, guru, dan warga SDN 078426 Sanawuyu, Desa Umbu Balodano, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, melayangkan seruan terbuka kepada Presiden Republik Indonesia.

Dengan mata polos namun penuh harap, mereka menyuarakan penderitaan akibat buruknya infrastruktur jalan yang dilalui setiap hari menuju sekolah.

Difrat Rama Harefa, salah satu siswa, bersama rekan-rekannya menceritakan kondisi jalan sepanjang 4 kilometer menuju sekolah yang berlumpur dan licin.

"Kalau hujan, seragam dan sepatu kami kotor semua. Kadang kami lepas sepatu di tengah jalan biar bisa lewat," kata Difrat. Rabu, 2 September 2026.

Kepala SDN 078426 Sanawuyu, Adizaro Zai, menegaskan jalan tersebut tidak layak dan belum pernah tersentuh pembangunan sejak masa penjajahan hingga Indonesia merdeka.

Untuk bertahan, guru dan warga terpaksa membangun jembatan kayu darurat secara swadaya. Namun upaya itu tidak bertahan lama. Saat hujan deras juga, siswa kerap terlambat datang ke sekolah.

Dona-Dona Ziliwu, warga Dusun 8 Desa Umbu Balodano, mengatakan wilayah perbatasan Kota Gunungsitoli dan Kecamatan Namohalu Esiwa ini sama sekali belum memiliki jalan beraspal.

Warga hanya mengandalkan jalan setapak dan jembatan kayu peninggalan pasca gempa Nias yang kini sudah lapuk.

Kondisi itu membuat distribusi hasil bumi seperti karet, pinang, dan durian terhambat. Petani harus memikul hasil kebun sejauh 4 kilometer ke jalan beraspal terdekat.

"Karena susah, banyak warga akhirnya pilih merantau. Kami terisolir Pak. Mau ke kota susah, mau jual hasil kebun juga susah. Kami hanya minta tolong dibangunkan jalan," ujar Dona-Dona.

Hasil - Hasil Pertanian Warga Seperti Karet , Pisang dan Kelapa Harus Ditanduk 4 Kilometer ke Jalan Beraspal

Buruknya akses jalan juga berdampak pada layanan kesehatan. Warga sakit harus ditandu sejauh 10 kilometer ke Puskesmas terdekat karena ambulans tidak bisa masuk.

Warga berharap pemerintah pusat segera turun tangan membangun jalan dan jembatan permanen agar anak-anak bisa belajar dengan layak dan roda ekonomi warga kembali berjalan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....