Infrastruktur Rusak dan Banjir Landa SDN Sanawuyu, Minta Perhatian Pemerintah
- 02 Sep 2026 16:25 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, NIAS UTARA — Buruknya akses jalan dan ancaman banjir terus mengganggu proses belajar mengajar di SD Negeri 078426 Sanawuyu, Kecamatan Sitoluori Kabupaten Nias Utara.
Keluhan itu disampaikan langsung oleh pihak sekolah bersama para tenaga pengajar.
Kepala SDN 078426 Sanawuyu, Adizaro Zai, mengatakan jalan menuju sekolah dalam kondisi rusak parah dan tidak pernah tersentuh pembangunan sejak masa penjajahan hingga sekarang.
"Jalan menuju sekolah kami tidak layak dilalui dan belum pernah tersentuh pembangunan dari zaman penjajahan sampai sekarang," ujar Adizaro.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, para guru bersama masyarakat berinisiatif membangun jembatan kayu darurat secara swadaya. Namun upaya itu belum cukup karena jalan yang rusak tetap menyulitkan mobilitas siswa dan guru.
Kondisi infrastruktur yang buruk berdampak besar pada aktivitas sekolah dan warga.
Para siswa terpaksa melepas sepatu saat berangkat karena jalan berlumpur. Saat hujan deras, banyak siswa datang terlambat ke sekolah.
Guru SDN 078426 Sanawuyu, Yuneli Mendefa, menjelaskan sekolah kerap tergenang banjir akibat luapan sungai yang melintas di area sekolah.
"Kami berharap ada penataan saluran sungai hingga ke muara, agar lingkungan sekolah bebas dari banjir," kata Yuneli.
Dampak lain juga dirasakan masyarakat. Jumlah murid di SDN Sanawuyu kini hanya tersisa puluhan orang. Penurunan terjadi karena banyak warga memilih pindah akibat sulitnya akses dan terhambatnya ekonomi.
Warga juga kesulitan mengangkut hasil pertanian seperti karet, pinang, pisang, dan durian. Mereka harus memikulnya sejauh 4 kilometer hingga ke jalan beraspal.
Tak hanya itu, warga yang sakit harus ditandu sejauh 10 kilometer untuk mencapai Puskesmas terdekat di Sanawuyu.
SDN 078426 Sanawuyu berdiri sejak 1985 di atas lahan 1 hektar hasil hibah masyarakat. Pihak sekolah menilai lahan yang luas dan datar sangat berpotensi jika pemerintah melakukan revitalisasi atau renovasi gedung.
Saat ini sekolah didukung 12 tenaga pendidik dan staf, terdiri dari 2 PNS/ASN, 5 PPPK, 2 tenaga paruh waktu, dan 2 tenaga honorer.
Pihak sekolah dan masyarakat mengimbau Presiden RI Prabowo Subianto serta pemerintah daerah untuk segera membangun jalan yang layak dilalui kendaraan roda empat.
"Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah agar perekonomian warga pulih dan pendidikan anak-anak kami tidak terganggu lagi," ucap Adizaro. (MH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....