Gubsu Pacu Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan saat Berkantor di Nias

  • 22 Jul 2026 08:39 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Medan - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menunaikan komitmen berkantor di Kepulauan Nias dengan membawa sejumlah agenda strategis untuk mempercepat pembangunan. Fokus utama diarahkan pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap kepada wartawan di Medan, Selasa 21 Juli 2026.

“Pak Gubernur memfokuskan akselerasi pembangunan pada tiga sektor krusial, yakni percepatan infrastruktur jalan dan jembatan, pemerataan fasilitas pendidikan, serta penguatan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat kepulauan,” kata Erwin.

Di sektor infrastruktur, rekonstruksi ruas jalan strategis penghubung Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat di jalur pantai barat dipastikan mulai dikerjakan Agustus 2026. Kepastian itu setelah Gubernur meninjau langsung kondisi jalan dari Desa Silimbowo Siwalawa, Kecamatan Lolowau, hingga Kecamatan Sirombu yang rusak parah dan menghambat mobilitas warga. Tahap awal diprioritaskan sepanjang 2,3 kilometer.

Gubernur juga menerima aspirasi pembangunan jaringan irigasi untuk mengairi sekitar 500 hektare sawah yang selama ini tidak berfungsi optimal akibat keterbatasan pasokan air.

Di Kota Gunungsitoli, Pemprov Sumut memastikan perbaikan lantai Jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso mulai dikerjakan tahun ini. Perbaikan diharapkan mengatasi kemacetan dan memperlancar akses ke Kabupaten Nias Utara.

Pada sektor pendidikan, Pemprov Sumut melakukan relokasi SMK Negeri 1 Gido di Kabupaten Nias ke Desa Somi di atas lahan hibah warga seluas 2 hektare. Pemindahan dilakukan untuk menghindari ancaman banjir karena lokasi lama di Pantai Semi, Desa Semi hanya dipisahkan jalan umum dengan sungai dan dekat muara.

Pembangunan tahap pertama sekolah jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar itu ditargetkan rampung November 2026. Fasilitas yang dibangun meliputi ruang praktik, sumur bor, serta pemberian beasiswa kuliah bagi tiga siswa berprestasi. Untuk akses jalan, Pemprov Sumut menghibahkan anggaran Rp5 miliar kepada Pemkab Nias.

Selain itu, Pemprov juga mempercepat rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Nias di Kota Gunungsitoli dengan anggaran Rp87 miliar. Proyek ditargetkan selesai Desember 2026 sehingga asrama dan laboratorium baru dapat digunakan siswa mulai Januari 2027.

Di bidang kesehatan, peningkatan status Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat menjadi prioritas dalam program peningkatan 20 puskesmas rawat inap 2026. Puskesmas yang melayani sekitar 23 ribu penduduk di 20 desa itu akan menambah kapasitas tempat tidur rawat inap dari 2 menjadi 10 bed. Fasilitas juga dilengkapi ruang persalinan dan alat USG 4D untuk mengurangi rujukan ke rumah sakit yang jaraknya sekitar 60 kilometer.

“Pemprov Sumut menerapkan sistem rotasi dokter dari RSUD, mengoptimalkan penempatan dokter residen kerja sama dengan FK USU dan UGM, serta menggenjot program beasiswa dokter spesialis khusus bagi putra-putri Kepulauan Nias,” kata Erwin.

Selain tiga sektor utama, Gubernur Bobby juga menggagas pembangunan gudang logistik untuk menjaga ketersediaan komoditas strategis di Kepulauan Nias sebagai pusat distribusi barang bagi seluruh wilayah kepulauan.

Selama berkantor di Nias, Gubernur juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satunya menghadiri nonton bareng final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol di Alun-alun Kota Gunungsitoli yang disambut antusias ribuan warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....