Minim Infrastruktur, 75% Warga Dusun 8 Umbubalodano Nias Utara Pilih Merantau

  • 10 Sep 2026 16:16 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Utara - Minimnya pembangunan infrastruktur di Dusun 8 Desa Umbubalodano, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, memaksa sebagian besar warganya memilih merantau keluar daerah.

Dona Dona Ziliwu, yang menyampaikan dusun 8 berada di kawasan perbatasan terluar antara Kabupaten Nias Utara, Kota Gunungsitoli, dan Kecamatan Namohalu Esiwa. Warga merasa wilayah mereka sangat terisolasi dan belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Listrik PLN sudah masuk, tapi akses jalan utama dan jembatan masih sangat memprihatinkan. Jembatan yang ada sekarang peninggalan lama dari masa BRR/ILO setelah gempa,” ujar Dona Dona Ziliwu. Kamis 10 September 2026.

Kondisi jalan yang buruk berdampak langsung pada perekonomian warga. Hasil bumi sulit diangkut dan mata pencaharian menjadi terhambat.

Akibat keterbatasan pembangunan dan sulitnya perekonomian, diperkirakan lebih dari 75% warga Dusun 8 memilih merantau.

Fenomena urbanisasi ini juga berdampak pada demografi. Angka kelahiran di desa menurun dan jumlah siswa di sekolah setempat mengalami penurunan drastis.

“Kalau akses jalan dan jembatan tidak diperbaiki, warga akan terus meninggalkan kampung. Kami berharap pemerintah daerah maupun pusat segera memprioritaskan pembangunan di wilayah kami,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nias Utara, Onahia Telaumbanua, menjelaskan kondisi jalan kabupaten saat ini.

“Dari sekitar 970 km total jalan kabupaten di Nias Utara, baru 26% yang dalam kondisi baik. Masih banyak akses yang belum bisa dilalui kendaraan roda empat,” kata Onahia.

Untuk jalan dari Dusun 7 ke Dusun 8 Sanawuyu Desa Umbubalodano, Onahia menyebut statusnya masih jalan desa. Sebelumnya pernah ada pembukaan badan jalan dan bantuan dari ILO pada masa BRR Nias-Nias, namun belum tersentuh pengerasan maupun pengaspalan.

Pemkab Nias Utara saat ini memprioritaskan anggaran untuk menuntaskan jalan-jalan utama kabupaten terlebih dahulu karena digunakan masyarakat luas. Pembangunan jalan desa dan dusun diperkirakan baru bisa tersentuh mulai tahun 2028.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....