Pelabuhan Lahewa Dongkrak Ekonomi Warga, Nammun Belum Hasilkan PAD

  • 29 Jun 2026 20:41 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, NIAS UTARA – Aktivitas Pelabuhan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, terus menggeliat hingga 2026. Mobilitas penumpang dan arus barang meningkat, namun hingga kini belum memberikan kontribusi langsung ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Plh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lahewa, Jefriman Zalukhu, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi jenis kapal yang beroperasi.

"Karena kapal yang beroperasi adalah kapal perintis yang mendapatkan diskon ongkos, pelabuhan ini belum menyumbang secara langsung ke PAD," kata Jefriman, Senin 29 Juni 2026.

Meski belum masuk PAD, Jefriman menyebut tingginya mobilitas di pelabuhan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar.

"Hingga saat ini, tingginya mobilitas masyarakat di area pelabuhan berhasil meningkatkan pertumbuhan dan daya beli ekonomi masyarakat lokal di Kecamatan Lahewa," ujarnya.

Peningkatan itu terlihat dari jumlah penumpang KM Malahayati rute Lahewa–Sinabang. Dari sebelumnya hanya 10 hingga 20 orang, kini mencapai 50 hingga 70 orang per perjalanan. Kapal tersebut melayani 4 kali pelayaran dalam sebulan.

Selain penumpang, alur perdagangan juga berjalan baik. Hasil perikanan dari Lahewa dikirim ke Sinabang, sementara hasil bumi dari Sinabang dijual di Lahewa.

Tunggu Sinergi untuk Pengembangan Rute

Jefriman menegaskan, UPP Kelas III Lahewa saat ini fokus pada keselamatan pelayaran.

Adapun pengembangan rute baru yang berpotensi menambah pendapatan negara, merupakan kewenangan Provinsi Aceh dan Ditjen Perhubungan Laut.

"Hal tersebut dapat dikembangkan jika ada kerja sama atau surat resmi dari Dinas Perhubungan Nias Utara," katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....