Wagubsu Surya Dorong Hilirisasi Rumput Laut Nias Utara agar Bernilai Tambah
- 22 Jul 2026 08:39 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias Utara - Budidaya rumput laut di Kabupaten Nias Utara berhasil mendongkrak perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang menjanjikan. Melihat potensi tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc mendorong pengembangan hilirisasi agar rumput laut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.
Hal itu disampaikan Surya saat meninjau langsung lokasi budidaya rumput laut di Pantai Tureloto, Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Selasa 21 Juli 2026. Dalam setahun terakhir lokasi ini berkembang pesat dan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat setempat.
"Kita melihat bagaimana potensi besar dari budidaya rumput laut di sini. Apalagi katanya pembelinya dari Kalimantan Utara. Yang dari jauh saja berminat, dan pasti biaya kirim lebih besar. Tetapi sampai juga ke sini," kata Surya saat berdialog dengan pembudidaya rumput laut Yanuarman Gulo.
Dari Kesulitan Pasar ke Ekspor ke Kaltara
Pembudidaya sekaligus Ketua Komunitas Koalisi Bahari Konservasi Laut Indah Lestari, Yanuarman Gulo, menjelaskan pihaknya mulai mengembangkan budidaya rumput laut sejak 2019. Kendala utama saat itu adalah pemasaran karena sulit mencari pembeli dalam jumlah besar.
Perkembangan usaha mulai terlihat pada awal 2024 setelah kelompoknya mendapatkan pembeli dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sejak saat itu produksi terus meningkat karena adanya kepastian pasar.
"Jadi yang kita dapatkan itu, mereka tidak hanya membeli. Tetapi juga berbagi pengetahuan tentang budidaya rumput laut. Karena di sana, pembeli itu sudah 30 tahun menjalani bisnis ini. Dan mereka bilang, kualitas barang punya kita sangat bagus," ujarnya.
Saat ini sekitar 50 warga terlibat dalam budidaya rumput laut. Mereka mampu menghasilkan sedikitnya satu ton rumput laut kering setiap pekan. Pembudidaya mengelola 2.500 tali dengan panjang masing-masing 20 meter. Sistem tanam diatur bergilir sehingga panen dapat dilakukan setiap hari.
Rumput laut kering dijemput ekspedisi ke gudang di Gunungsitoli. Setelah terkumpul sekitar 14 ton, hasil panen dikirim ke pembeli di Kalimantan Utara. Dengan tingkat kekeringan yang baik, rumput laut dapat disimpan hingga satu tahun tanpa mengalami kerusakan.
Menurut Surya, besarnya potensi ekonomi budidaya rumput laut perlu mendapat perhatian serius dari Pemprov Sumut. Selain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, komoditas tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui industri pengolahan.
"Kita lihat nanti bagaimana supaya usaha ini lebih baik, produksi lebih banyak. Dan kalau bisa tidak hanya mengirim bahan mentah atau bahan baku saja. Tetapi juga produksi hilirnya seperti makanan olahan atau campuran minuman dan sebagainya dengan konsep industri rumahan," ungkap Surya.
Menanggapi aspirasi masyarakat yang membutuhkan mesin boat untuk mempercepat panen, peningkatan infrastruktur jalan, serta pendampingan dan pelatihan, Surya menegaskan komitmennya membawa usulan tersebut sebagai bagian dari perencanaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sumut.
Menurutnya, peningkatan produksi harus dibarengi dengan perluasan akses pasar dan pengembangan industri hilir agar nilai tambah komoditas rumput laut dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....