Optimalisasi Pertanian dan Perikanan Kunci Tingkatkan Ekonomi Warga

  • 16 Mei 2026 11:06 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Utara – Kecamatan Sawo memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang didukung luas wilayah 90,49 km² serta kawasan mangrove di beberapa desa.

Camat Sawo, Bowonama Telaumbanua, menyebut optimalisasi sumber daya alam secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bowonama Telaumbanua menjelaskan sumber daya alam meliputi tanah, air, mineral, energi, dan keanekaragaman hayati yang merupakan aset berharga bagi daerah.

“SDA memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Jika dimanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan, SDA dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bowonama. Sabtu 13 Mei 2026.

Secara geografis, Kecamatan Sawo didominasi lahan pertanian, perkebunan, dan perikanan. Kawasan hutan mangrove juga tersebar di Desa Hiliduho, Desa Sawo, Desa Sifaoroasi, dan sebagian wilayah Desa Sawo. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, pekebun, dan nelayan.

Berdasarkan data 2024, produksi komoditas unggulan Sawo cukup signifikan. Produksi padi mencapai 3.619 ton, kelapa 332 ton, karet 3.497,81 ton, kakao 38 ton, serta ikan 3.703 ton.

Untuk sektor pertanian, komoditas utama adalah padi dan sayuran yang didukung tanah subur dan curah hujan cukup. Contohnya, produksi cabai keriting pernah mencapai 14 kuintal dan cabai rawit 13 kuintal.

Sementara sektor perkebunan didominasi karet, kelapa, pinang, pisang kepok, kakao, kelapa sawit yang baru dikembangkan masyarakat, serta enau atau aren.

Ia berharap potensi ini bisa dikembangkan secara terintegrasi, termasuk pengembangan potensi wisata berbasis alam dan mangrove, agar memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat Sawo.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....