Krisis Air dan Jalan Hambat Dapur MBG Nias Utara
- 11 Sep 2026 18:21 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias Utara — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Dapur Layanan Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nias Utara masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari krisis air bersih hingga akses jalan menuju sekolah.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Nias Utara, Bazisokhu Hulu.
Salah satu kendala utama adalah kebutuhan air bersih. Dapur layanan MBG membutuhkan pasokan air sangat besar, yakni 5.000 hingga 6.000 liter per hari, bahkan bisa lebih.
“Keterbatasan akses air bersih di Nias Utara membuat operasional dapur saat ini masih sangat bergantung pada pembelian air melalui mobil tangki,” ujar Bazisokhu Hulu kepada rri. co.id Jum'at 11 September 2026.
Selain itu, jarak lokasi dapur ke sekolah sasaran penerima manfaat cukup jauh. Kondisi ini diperparah dengan infrastruktur jalan yang kurang memadai sehingga sejumlah sekolah sulit dijangkau.
Tantangan lain adalah adanya kebijakan moratorium dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pembukaan dapur baru di daerah 3T, Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Kebijakan ini menjadi kendala teknis dalam memperluas jangkauan distribusi program.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Bupati Nias Utara telah menerbitkan SK Satgas Percepatan Pembangunan Dapur MBG pada Agustus 2025. Satgas ini diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Utara, Bazatulo Zebua.
Struktur Satgas melibatkan seluruh unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dinas terkait, hingga para Camat dan Kaur di tingkat desa.
Rapat koordinasi Satgas juga dilaksanakan secara rutin satu kali dalam sebulan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program.
Wakil Ketua Satgas MBG Nias Utara, Bazisokhu Hulu, menegaskan komitmen Satgas untuk terus mencari solusi atas kendala yang ada agar program MBG dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh kelompok sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....