Program Karya Bakti TNI AD di Kepulauan Nias Bersifat Berkelanjutan
- 21 Agt 2026 17:36 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan program Karya Bakti TNI AD Tahun 2026 di Kepulauan Nias bersifat berkelanjutan. Lokasi atau kebutuhan prioritas yang belum selesai akan terus dilanjutkan.
"Ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kepulauan Nias. Kegiatan ini berkelanjutan. Lokasi atau kebutuhan prioritas yang belum terselesaikan akan terus kita lanjutkan," tegas Mayjen Hendy saat meninjau pembangunan sumur Bor di Desa Onozitoli Olora Kecamatan Gunungzitoli Kota Gunungsitoli.
Dalam peninjauan tersebut, Pangdam merinci sejumlah program infrastruktur yang telah dan sedang berjalan. TNI AD bersama unsur pendukung membangun 46 unit jembatan untuk membuka akses jalan yang sebelumnya terputus.
Selain itu juga dibuat 141 titik sarana air bersih, pembangunan dan rehabilitasi 50 unit Rumah Tidak Layak Huni, serta pembukaan jalan sepanjang 2,5 kilometer. Perbaikan rumah ibadah dan fasilitas sekolah juga menjadi bagian dari program ini.
Menurut Pangdam, seluruh pembangunan tersebut bertujuan menghidupkan roda ekonomi, memperlancar mobilitas sosial masyarakat, dan memudahkan anak-anak menuju sekolah.
Strategi yang dipakai TNI AD adalah pelibatan aktif masyarakat melalui semangat gotong royong, serta pengerahan ribuan personel dan logistik dari luar wilayah demi percepatan pembangunan. Program ini juga merupakan arahan langsung Presiden RI.
Dampak program sudah mulai dirasakan masyarakat. Di Desa Onozitoli Olora, Kecamatan Gunungsitoli, 2 titik sarana air bersih di Dusun 1 dan Dusun 2 sudah mulai dinikmati warga.
Pj. Kepala Desa Onozitoli Olora, Sinema F. Zega menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan TNI. Pihak desa juga mendata sekitar 100 Kepala Keluarga penerima bantuan baksos dari Pangdam.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Pangdam, KASAD, dan Pemerintah atas perhatian untuk kemajuan desa kami," ujar Sinema.
Sinema berharap program karya bakti TNI ini dapat terus berlanjut di Kepulauan Nias karena wilayah kepulauan Nias masih tergolong daerah 3T, Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Jumat 21 Agustus 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....