DPRD Nias Utara usulkan "Dapur 3T" Manfaatkan Kantin Sekolah
- 25 Jul 2026 20:27 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias Utara - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nias Utara telah menjangkau 30.775 penerima manfaat. Namun hingga saat ini 2 kecamatan, Tugala Oyo dan Afulu, belum mendapatkan layanan dapur MBG.
Wakil Ketua Satgas MBG Nias Utara Bazisokhi Hulu mengatakan, sasaran program meliputi siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan tenaga kependidikan.
Menurut Bazisokhi, kendala utama di dua kecamatan tersebut adalah belum adanya investor yang bersedia membuka Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Ditambah lagi Nias Utara merupakan daerah 3T. Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Bahkan satu-satunya daerah tertinggal di Kepulauan Nias. Kondisi ini membuat biaya investasi dapur menjadi sangat mahal," ujarnya.Jumat 25 Juli 2026.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat menerapkan kebijakan skema dapur sederhana dengan melibatkan masyarakat lokal. Saat ini telah dibangun 21 unit SPPG untuk daerah 3T. Selain itu terdapat 2 unit dapur terpusat atau SPPG Aglomerasi di Alasa dan Afulu.
Namun Bazisokhi menambahkan, meski bangunan fisiknya sudah selesai, operasionalnya masih terhenti. Hal ini disebabkan adanya moratorium dari BGN Pusat. Pihak daerah masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut.
Di sisi lain, Ketua DPRD Nias Utara Yaaman Telaumbanua mengusulkan solusi alternatif. Ia menyarankan skema "Dapur 3T" untuk wilayah yang belum terjangkau, yakni Tugala Oyo dan Afulu, dengan memanfaatkan kantin sekolah yang sudah ada.
Menurut Yaaman, membangun 1 unit SPPG sesuai standar membutuhkan biaya 2 sampai 3 miliar rupiah. Angka tersebut dinilai sangat memberatkan bagi pengusaha di Nias Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....