Gorontalo Masuk 15 Besar Destinasi Pariwisata Ramah Muslim

  • 29 Agt 2025 15:51 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah yang terpilih sebagai lokus penilaian dalam program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Romi Moge, saat dikonfirmasi pada Selasa (27/8).

“Gorontalo menjadi salah satu daerah di Pulau Sulawesi yang menjadi lokus penilaian untuk destinasi pariwisata ramah muslim di Indonesia. Di Pulau Sulawesi ini ada dua daerah, yakni Provinsi Sulawesi Selatan dan Gorontalo,” ungkap Romi.

Ia menjelaskan, pada pekan lalu, Gorontalo menerima kunjungan tim penilai dari Kemenparekraf yang tergabung dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Tim tersebut melakukan penilaian langsung selama tiga hari di sejumlah titik destinasi wisata.

“Kami pekan kemarin kedatangan tim penilai dari Kemenparekraf. Mereka datang ke Gorontalo untuk melakukan penilaian selama tiga hari,” ujarnya.

Romi menambahkan, dari total 38 provinsi di Indonesia, hanya 15 provinsi yang masuk dalam penilaian destinasi pariwisata ramah muslim tahun ini. Gorontalo patut berbangga karena termasuk dalam daftar tersebut.

“Patut kita syukuri bahwa Gorontalo masuk dalam 15 besar daerah yang kemudian diusulkan menjadi destinasi pariwisata ramah muslim,” tambahnya.

Penilaian IMTI 2025 sendiri mencakup sejumlah aspek penting, antara lain ketersediaan fasilitas halal seperti makanan bersertifikasi halal, toilet ramah wudhu, serta pelayanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Selain itu, aspek keamanan, kenyamanan, aktivitas wisata yang tidak bertentangan dengan syariat, hingga ketersediaan produk halal juga turut menjadi perhatian.

“Pada pelaksanaan penilaian ini ada beberapa aspek yang dinilai meliputi penyediaan fasilitas halal, pelayanan sesuai prinsip Islam, produk halal, keamanan dan kenyamanan, serta aktivitas wisata yang tidak bertentangan dengan syariat. Penilaian juga mempertimbangkan sertifikasi, aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim,” jelas Romi.

Tak hanya itu, kesiapan infrastruktur pendukung juga turut dinilai, termasuk akses transportasi dari dan menuju lokasi wisata.

“Salah satu aspek yang dinilai adalah sejauh mana pemerintah menyiapkan akses bagi para wisatawan, mulai dari bandara, pelabuhan, dan lain-lain,” pungkasnya.

Dengan masuknya Gorontalo dalam jajaran daerah ramah wisatawan muslim, diharapkan akan semakin mendorong sektor pariwisata lokal untuk terus berbenah dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (RA)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....