IGTKI-PGRI Kota Gorontalo Perkuat Sosialisasi Pendidikan Sejak Usia Dini

  • 04 Okt 2026 09:24 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kota Gorontalo terus memperkuat sosialisasi kepada orang tua mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini.

Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan IGTKI terhadap program Pemerintah Kota Gorontalo dalam menekan angka anak tidak sekolah, yang salah satunya dapat dimulai melalui pendidikan sejak usia dini.

Ketua IGTKI-PGRI Kota Gorontalo Isnawati Lasimpala menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan IGTKI-PGRI Kota Gorontalo bertema “Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi Menuju Guru yang Ceria, Inovatif dan Berkarakter” yang berlangsung di Villa D2 Uno, Desa Botubarani, Sabtu 3 Oktober 2026

Isnawati mengatakan, masih terdapat sebagian orang tua yang menganggap pendidikan di TK belum terlalu diperlukan bagi anak.

“Kita di Taman Kanak-Kanak itu kan umumnya ada anak-anak yang orang tuanya berpikir bahwa di TK itu tidak perlu,” ujar Isnawati.

Padahal, Pemerintah Kota Gorontalo telah memiliki aturan yang mengatur bahwa anak yang akan masuk sekolah dasar minimal telah mengikuti pendidikan TK selama satu tahun.

“Di Kota Gorontalo itu sudah ada yang namanya perwako yang mengatakan bahwa anak yang pindah ke sekolah dasar itu minimal satu tahun di Taman Kanak-Kanak,” jelasnya.

Menurut Isnawati, kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memastikan anak mendapatkan pendidikan sejak usia dini sekaligus mendukung upaya menekan angka anak tidak sekolah.

Karena itu, seluruh anggota IGTKI-PGRI Kota Gorontalo terus memberikan sosialisasi kepada orang tua mengenai tahapan pendidikan anak sesuai usia.

“Kita semua menggerakkan itu karena memang kami itu selalu memberikan sosialisasi kepada orang tua murid bahwa anak TK itu dari usia 4 tahun sampai usia 6 tahun,” katanya.

Isnawati menjelaskan, anak usia empat hingga enam tahun dapat mengikuti pendidikan TK, sedangkan anak usia tiga hingga empat tahun dapat mengikuti kelompok bermain.

“Jadi 3-4 tahun kelompok bermain, 4-6 tahun itu di Taman Kanak-Kanak,” ungkapnya.

Ia mengatakan, peran guru dan kepala sekolah sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai manfaat pendidikan anak usia dini.

Isnawati menilai, keberadaan banyak satuan pendidikan di Kota Gorontalo juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan sesuai usia anak.

“Alhamdulillah dengan adanya program ini, dengan adanya sosialisasi dari semua elemen sekolah, kepala sekolah dan gurunya, Alhamdulillah hampir semua anak-anak di Kota Gorontalo ini sudah bersekolah,” tuturnya.

Ia menambahkan, anak yang belum memasuki usia TK juga tetap memiliki pilihan untuk mendapatkan pendidikan melalui kelompok bermain.

Menurutnya, kolaborasi antara guru, kepala sekolah, orang tua dan pemerintah perlu terus diperkuat agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sejak usia dini.

Melalui kegiatan tersebut, IGTKI-PGRI Kota Gorontalo juga mendorong para guru untuk terus membangun kebersamaan dan meningkatkan kreativitas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik anak usia dini.

Isnawati berharap kegiatan yang diikuti seluruh guru TK se-Kota Gorontalo tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga semakin memperkuat komitmen guru dalam memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....